DALAM KEPUTUSASAAN, TUHAN HADIR

DALAM KEPUTUSASAAN, TUHAN HADIR

Bacaan: 1 Raja-Raja 19:1-18

Kunci Sukses:
Mari belajar untuk tidak membiarkan rasa putus asa itu menguasai hidup kita dan biarkan Tuhan yang mengambil alih hidup kita.

Memperdalam Akar Iman:
“Segala perkara dapat kutanggung di dalam Dia yang memberi kekuatan kepadaku.” (Filipi 4:13)

Berbagai kegagalan dan hidup yang berat dapat membawa seseorang ke arah keputusasaan. Saat seseorang berputus asa, dunia serasa hampa dan masa depan seolah-olah tiada. Kondisi seperti itulah yang dialami nabi Elia. Elia baru mengalami kemenangan yang gemilang melawan nabi-nabi Baal. Ia berharap agar kemenangan itu dapat membuat seluruh rakyat Israel dan rajanya bertobat, meninggalkan segala berhala dan bersujud menyembah Allah. Namun, harapan Elia tidak menjadi kenyataan, umat Israel masih belum mau bertobat. Raja Ahab pun masih tetap mengeraskan hatinya. Ia malah melaporkan peristiwa kekalahan nabi-nabi Baal di Gunung Karmel kepada istrinya, ratu Izebel. Ratu Izebel yang fanatik menyembah dewa Baal itu menjadi murka. Ia mengancam akan membunuh Elia. Hal ini membuat Elia pergi menyelamatkan nyawanya. Sesampainya di Betsyeba, Elia berhenti dan berdoa. Ia berdoa meminta hidupnya diakhiri. Sungguh mengejutkan, seorang hamba Tuhan yang luar biasa dan dikagumi banyak orang justru berdoa meminta kematian. (1 Raja-Raja 19:4b).

Keputusasaan itu adalah perasaan seperti seseorang yang berada di ruangan gelap, pintunya dikunci dari luar, dan tidak tahu jalan keluarnya di mana, sehingga hanya satu cara yaitu izinkan Tuhan yang adalah Penuntun jalan dan terang kehidupan untuk menolong supaya bisa bangkit kembali melanjutkan perjalanan hidup.

Ketika Elia mengalami keputusasaan, Tuhan mengasihi dan peduli padanya. Ia datang untuk memberi pertolongan kepadanya. Tuhan berkenan membangkitkan Elia dari keputusasaannya, agar tidak lagi tenggelam dalam perasaan itu. Ia kembali melayani Tuhan dengan setia.

Oleh karena itu, mari belajar untuk tidak membiarkan rasa putus asa itu menguasai hidup kita dan biarkan Tuhan yang mengambil alih hidup kita. Amin.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Raja-Raja 21-22; 1 Tesalonika 1


Renungan harian lainnya