MENCARI KETENANGAN SEJATI

MENCARI KETENANGAN SEJATI

Bacaan: Yohanes 14:27

Kunci Sukses:
Ketenangan tidak berasal dari kekuatan atau status, melainkan dari persekutuan dengan Allah yang menjadi gunung batu dan keselamatan kita.

Memperdalam Akar Iman:
“Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku kuberikan kepadamu, dan apa yang kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” (Yohanes 14:27)

“Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberikan kelegaan kepadamu. Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan.” (Matius 11:28-29)

Tanpa disadari, rasa tenang menjadi salah kebutuhan yang mendesak di zaman ini. Tekanan pekerjaan, gejolak ekonomi, bisingnya media sosial dan ketidakpastian masa depan membuat banyak orang lelah secara batin. Dunia menawarkan berbagai solusi instan, seperti: hiburan, prestasi, kekayaan. Namun, ketenangan yang dihasilkan pun hanya sementara.

Alkitab menunjukkan bahwa ketenangan sejati hanya dapat ditemukan di dalam Tuhan. Yesus sendiri mengundang setiap orang yang letih lesu untuk datang kepada-Nya. Dalam Mazmur 62:1-2, pemazmur berkata, “Hanya dekat Allah saja aku tenang, dari pada-Nyalah keselamatanku.” Kegelisahan muncul karena manusia mencari ketenangan pada hal-hal yang tidak kekal; pada keadaan eksternal, pengakuan orang lain bahkan pada usaha sendiri yang terbatas, yang akhirnya melelahkan jiwa. Mazmur 62 mengingatkan kita bahwa ketenangan tidak berasal dari kekuatan atau status, melainkan dari persekutuan dengan Allah yang menjadi gunung batu dan keselamatan kita.

Ketenangan yang diberikan oleh Tuhan tidak bergantung pada situasi atau keadaan. Artinya, di tengah badai dan persoalan hidup sekalipun, ketenangan itu tetap ada. Oleh karena itu, kita perlu mengakui setiap kelelahan kita di hadapan Tuhan; kita perlu menyediakan waktu teduh setiap hari dan kita perlu menyerahkan beban yang kita tidak sanggup pikul sendiri kepada Tuhan. Amin.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Raja-Raja 15-16; Kolose 2


Renungan harian lainnya