TUHAN ADALAH SUMBER KEHIDUPAN

TUHAN ADALAH SUMBER KEHIDUPAN

Bacaan: Keluaran 16:15

Kunci Sukses:
Syukuri setiap penyediaan Tuhan hari ini dan percayalah bahwa tangan-Nya yang perkasa selalu memegang kendali atas masa depan kita.

Memperdalam Akar Iman:
“Pertolonganku ialah dari TUHAN yang menjadikan langit dan bumi.” (Mazmur 121)

Keluaran 16:15, “Ketika orang Israel melihatnya, berkatalah mereka seorang kepada yang lain: Apakah ini? Sebab mereka tidak tahu apa itu. Tetapi Musa berkata kepada mereka: Inilah roti yang diberikan TUHAN kepadamu menjadi makananmu.”

Terkadang, Tuhan mengizinkan kita mengalami masa-masa di mana pertolongan manusia tidak lagi tersedia. Hal ini terjadi pada bangsa Israel ketika raja baru yang tidak mengenal Yusuf bangkit memerintah di Mesir. Mereka tidak lagi menerima kemurahan hati manusia dan akhirnya berada di padang gurun yang gersang. Namun, justru di tempat di mana manusia tidak berdaya, tangan Tuhan sendiri yang bekerja secara ajaib. Setiap pagi, Tuhan mengirimkan “roti dari Surga” (manna) untuk memelihara hidup mereka.

Peristiwa ini mengingatkan kita untuk selalu membedakan antara sistem dan sumber. Pekerjaan kita, koneksi, kepintaran, dan sahabat-sahabat kita hanyalah sistem. Semuanya itu bisa saja gagal, hilang, atau berubah. Namun, Sumber kehidupan kita yang sejati hanyalah Tuhan sendiri. Jika kita mengandalkan sistem, kita akan mudah goyah saat menghadapi krisis. Sebaliknya, jika kita bersandar penuh kepada Tuhan sebagai Sumber, kita akan tetap teguh karena pertolongan-Nya tidak pernah terlambat. Penyediaan Tuhan selalu tepat dan sesuai dengan kapasitas serta panggilan hidup kita. Sama seperti Ia memerintahkan bangsa Israel untuk mengumpulkan roti Surga sesuai dengan kebutuhan masing-masing keluarga, Tuhan tahu persis porsi berkat yang terbaik bagi kita. Berkat yang berlebihan dan tidak dikelola dengan hikmat justru bisa menjauhkan kita dari-Nya. Oleh karena itu, syukuri setiap penyediaan Tuhan hari ini dan percayalah bahwa tangan-Nya yang perkasa selalu memegang kendali atas masa depan kita. Amin.

Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 47-48; Mazmur 51


Renungan harian lainnya