JANGAN MEMBERI MAKAN RASA SAKIT HATI

Bacaan: Ibrani 12:15
Kunci Sukses:
Mengampuni bukan berarti menyangkal bahwa kita pernah disakiti. Mengampuni adalah sebuah keputusan untuk menyerahkan sepenuhnya hak kita kepada Tuhan yang berdaulat.
Memperdalam Akar Iman:
“Jagalah supaya jangan ada seorang pun menjauhkan diri dari kasih karunia Allah, agar jangan tumbuh akar pahit yang menimbulkan kerusuhan dan mencemarkan banyak orang.” (Ibrani 12:15)
“Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan, karena dari situlah terpancar kehidupan.” (Amsal 4:23)
Setiap manusia pasti pernah mengalami luka batin. Entah karena perkataan, tindakan, pengabaian atau perbandingan dari orang lain. Rasa sakit hati pada mulanya bagaikan bara api yang kecil. Namun jika terus “diberi makan”, maka bara tersebut akan menjadi kobaran api yang besar dan merusak. Yang dimaksud “memberi makan” sakit hati di sini adalah memikirkannya secara berulang-ulang tanpa menyerahkannya kepada Tuhan, menceritakannya kepada banyak orang dengan tujuan mencari pembenaran diri bahkan memelihara kepahitan sehingga menimbulkan sikap sinis dan tidak mau mengampuni. Akibatnya, yang dirugikan bukanlah orang yang menyakiti kita, melainkan diri kita sendiri, hubungan kita dan komunitas di sekitar kita.
Ibrani 12:15 mengingatkan bahwa “akar pahit” dapat menimbulkan kerusuhan dan mencemarkan banyak orang. Satu hati yang terluka dan tidak dibereskan dapat memengaruhi keharmonisan satu keluarga, kelompok bahkan gereja. Kepahitan ibarat racun yang kita minum sendiri, dengan harapan orang lain yang merasakan akibatnya.
Oleh karena itu, kita tidak boleh tinggal di dalam rasa sakit itu, kita harus keluar sebagai pemenang atas setiap rasa sakit. Bagaimana caranya? Dengan mengampuni. Mengampuni bukan berarti menyangkal bahwa kita pernah disakiti. Mengampuni adalah sebuah keputusan untuk menyerahkan sepenuhnya hak kita kepada Tuhan yang berdaulat. Langkah praktisnya, kita bisa mencurahkan isi hati kepada Tuhan, jujurlah kepada Tuhan dalam doa. Jangan memendam, tetapi juga jangan mengumbar kepada semua orang. Pililah untuk mengampuni. Efesus 4:31-32 berkata, “Segala kepahitan, kegeraman, dan kemarahan harus dibuang… Hendaklah kamu ramah seorang terhadap yang lain, penuh kasih mesra dan saling mengampuni.” Amin.
Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 42; Amsal 1; Wahyu 21
Renungan harian lainnya

PEKERJAAN ADALAH IBADAH (AVODAH)
August 14, 2026

MENGHINDARI PERBANTAHAN
August 13, 2026

DALAM LINDUNGAN ALLAH
August 12, 2026


