PEKERJAAN ADALAH IBADAH (AVODAH)

Bacaan: Kejadian 2:15
Kunci Sukses:
Pekerjaan bukan sekedar sarana mencari nafkah, melainkan panggilan untuk mengambil bagian dalam karya Allah memelihara dunia.
Memperdalam Akar Iman:
“Apa pun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia.” (Kolose 3:23)
Dalam bahasa Indonesia, kita sering memisahkan tiga aspek kehidupan yang seharusnya utuh: ibadah, pekerjaan, dan pelayanan. Namun, dalam bahasa Ibrani ketiganya dirangkum dalam satu kata yang: עֲבֹדָה – AVODAH. Kata ini berasal dari akar kata עבד – AVAD – yang berarti: bekerja, mengabdi, melayani, mengerjakan. Bayangkan pemikiran ini: pekerjaanmu adalah ibadahmu, dan pekerjaanmu adalah pelayananmu. Tidak ada sekat antara altar dan kantor/pasar, antara ruang doa dan ruang kerja.
Kejadian 2:15 menunjukkan bahwa kerja bukan akibat kutuk dosa, melainkan bagian dari martabat manusia sejak penciptaan. Kutuk dosa bukanlah kerja itu sendiri, melainkan kesukaran dalam bekerja. Ironisnya, banyak orang menganggap kerja sebagai hukuman akibat dosa. Padahal kejadian 2:15 ini menunjukkan sebaliknya. Sebelum kejatuhan (Kejadian 3), Adam sudah diberi tugas untuk mengerjakan taman. Yang berubah setelah dosa bukanlah keberadaan pekerjaan, melainkan kondisinya: “Terkutuklah tanah karena engkau; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu.” (Kejadian 3:17). Jadi, yang dikutuk adalah tanah, bukan kerja itu sendiri. Dalam filsafat Ibrani, bekerja adalah ekspresi manusia sebagai gambar Allah צֶלֶם אֱלֹהִים – TSELEM ELOHIM. Sama seperti Allah yang berkarya dalam penciptaan, demikian pula manusia dipanggil untuk berkarya, mengelola, mencipta, membangun, dan memelihara ciptaan. Oleh karena itu, bekerja adalah martabat manusia sejak awal penciptaan, bekerja adalah ibadah yang diwujudkan dalam pelayanan kepada Allah, sesama, dan seluruh ciptaan. Pekerjaan bukan sekedar sarana mencari nafkah, melainkan panggilan untuk mengambil bagian dalam karya Allah memelihara dunia. Amin.
Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 40-41; Wahyu 20
Renungan harian lainnya

JANGAN MEMBERI MAKAN RASA SAKIT HATI
August 15, 2026

MENGHINDARI PERBANTAHAN
August 13, 2026

DALAM LINDUNGAN ALLAH
August 12, 2026


