MENGHINDARI PERBANTAHAN

MENGHINDARI PERBANTAHAN

Bacaan: Amsal 15:18

Kunci Sukses:
Setiap anak Tuhan perlu menebarkan kasih dan pengampunan serta sikap mengalah yang menghindarkan diri dari pertengkaran yang tidak perlu.

Memperdalam Akar Iman:
“Si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan.” (Amsal 15:18)

Sebuah insiden terjadi di sebuah jalanan sempit daerah perumahan padat penduduk; ketika sebuah mobil melewati jalanan tersebut dan sebuah motor yang dikendarai seorang anak muda berpapasan, keduanya saling membunyikan klakson untuk pengendara mobil atau motor untuk mengalah dan menepi. Tetapi keduanya tidak ada yang mau mengalah untuk menepi, kemudian mulai saling melontarkan kata-kata kasar dan lama-kelamaan pengemudi mobil mulai turun dari mobil sementara pengemudi motor sudah bersiap untuk berkelahi. Untunglah warga sekitar di jalanan sempit itu segera melerai dan mencegah terjadinya keributan besar. Dari peristiwa ini kita belajar bahwa dalam kehidupan sehari-hari, kita akan menjumpai orang-orang yang mudah meledak emosinya, dan orang-orang tersebut terkadang hanya karena suatu insiden kecil bisa menimbulkan suatu konflik besar.

Sikap yang perlu dimiliki seorang anak Tuhan ketika menghadapi sebuah situasi saat bertemu dan bersinggungan dengan orang-orang sulit adalah hati yang tenang dan jangan mudah terpancing emosi apabila orang tersebut melontarkan kata-kata yang kasar dan tajam. “Jawaban yang lemah lembut meredakan kegeraman, tetapi perkataan yang pedas membangkitkan marah.” Usahakan tidak terpancing emosi dan tetap berkata dengan bijak kemudian segera pergi meninggalkan orang tersebut, sebelum situasi semakin tidak terkendali.

Jangan menghabiskan energi emosional kita, karena waktu akan terbuang bila menghadapi situasi yang berkonflik dan berhadapan dengan orang-orang sulit. Adalah lebih bijak untuk mengalah bila urusannya adalah hal yang sepele. “Sedapat-dapatnya, kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang.” (Roma 12:18). Kita sedang hidup di akhir zaman, di mana kepentingan diri dan ego ditonjolkan sehingga konflik pertengkaran mudah terjadi. Oleh karena itu, setiap anak Tuhan perlu menebarkan kasih dan pengampunan serta sikap mengalah yang menghindarkan diri dari pertengkaran yang tidak perlu. Amin.

Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 37-39; Wahyu 18-19


Renungan harian lainnya