WARISAN ROHANI

WARISAN ROHANI

Bacaan: Kejadian 48:20

 

Kunci Sukses:
Harta bisa habis lenyap, tetapi iman akan terus menyertai kita dan anak cucu kita sepanjang perjalanan hidup ini.

Memperdalam Akar Iman:
“Apa yang kuperintahkan kepadamu pada hari ini haruslah engkau perhatikan,  haruslah engkau mengajarkannya berulang-ulang kepada anak-anakmu dan membicarakannya apabila engkau duduk di rumahmu, apabila engkau sedang dalam perjalanan, apabila engkau berbaring dan apabila engkau bangun. (Ulangan 6:6-7)

 

Kejadian 48:20, “Lalu diberkatinyalah mereka pada waktu itu, katanya: ‘Dengan menyebutkan namamulah orang Israel akan memberkati, demikian: Allah kiranya membuat engkau seperti Efraim dan seperti Manasye.’ Demikianlah didahulukannya Efraim dari pada Manasye.” 

Setiap orang tua menginginkan warisannya kelak diturunkan kepada anak cucunya sebagai ahli waris. Warisan dipersiapkan apabila sang orang tua akan meninggal dunia. Warisan yang dibagikan biasanya berupa harta seperti tabungan, emas, rumah, atau tanah. Namun, bagaimana dengan warisan rohani?

Yakub berbahagia bukan hanya karena Allah telah mengaruniakan kesempatan untuk bertemu dengan Yusuf dan keturunannya, tetapi juga untuk mewariskan teladan iman yang ia peroleh dari Abraham dan Ishak, para pendahulunya. Mereka telah hidup di hadapan Allah sebagai Gembala yang membimbing mereka di sepanjang perjalanan mereka.

Sering kali kita teralihkan oleh warisan sekunder. Namun, kisah hidup bapa-bapa iman mengingatkan kita akan betapa penting dan berharganya warisan rohani. Harta bisa habis lenyap, tetapi iman akan terus menyertai kita dan anak cucu kita sepanjang perjalanan hidup ini. Mari kita curahkan perhatian kita kepada generasi anak cucu yang telah Tuhan percayakan kepada kita dengan mempersiapkan warisan rohani yang mengharumkan nama secara turun-temurun. Amin.

 

Bacaan Alkitab Setahun: Hakim 7-9; Roma 4-5


Renungan harian lainnya