TUHANLAH PENENTU KEHIDUPAN

TUHANLAH PENENTU KEHIDUPAN

Bacaan: Amsal 16:1-10

 

Kunci Sukses:
Kita punya kuasa untuk merancangkan maupun menimbang dalam hati tentang apa yang harus kita lakukan, tetapi segala keputusan akhir dan hasil dari semuanya itu hanya ada dalam kedaulatan Tuhan dan hanya atas kuasa-Nya sajalah hal itu akan terjadi.

Memperdalam Akar Iman:
“Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya.” (Amsal 16:9)

 

“Manusia dapat menimbang-nimbang dalam hati, tetapi jawaban lidah berasal dari Tuhan. Segala jalan orang adalah bersih menurut pandangannya sendiri, tetapi Tuhanlah yang menguji hati.” (Amsal 1:1-2)

Seseorang yang hidupnya tidak mengenal Tuhan atau tidak mempercayai adanya Tuhan akan mengandalkan pemikiran manusiawinya dan menganggap bahwa segala sesuatu akan berjalan sesuai dengan rencana asalkan semua komposisinya pas dan tidak ada pergeseran. Namun, tidaklah demikian dengan seseorang yang sudah mengenal Tuhan. Kita percaya bahwa segala sesuatu terjadi atas kehendak dan kedaulatan Tuhan. Tidak peduli siapa kita, apa kedudukan kita, bagaimana kehidupan rohani kita. Semua itu bukan jaminan bahwa segala sesuatu yang kita rencanakan akan berjalan mulus seperti jalan tol yang tidak ada hambatannya. Justru seringkali kehendak dan kedaulatan Tuhan itu nyata atas kehidupan orang-orang percaya: bukan untuk menghancurkan, melainkan untuk mendidik; bukan untuk menjerumuskan melainkan untuk mengayomi; bukan untuk mengintimidasi melainkan untuk menguatkan iman percaya kita. 

Bukankah tidak ada satu pun orang di dunia ini yang tahu bagaimana perjalanan hidupnya ke depan: Tentang masa depan, keluarga, karir, hubungan maupun finansialnya? Salah satu hikmat yang bisa kita tangkap dari raja Salomo yaitu bahwa memang kita punya kuasa untuk merancangkan maupun menimbang dalam hati tentang apa yang harus kita lakukan, tetapi segala keputusan akhir dan hasil dari semuanya itu hanya ada dalam kedaulatan Tuhan dan hanya atas kuasa-Nya sajalah hal itu akan terjadi. Dia yang punya hak, punya wewenang untuk menentukan sesuatu terjadi dalam hidup seseorang. 

Oleh karena itu, “Serahkanlah perbuatanmu kepada Tuhan, maka terlaksanalah segala rencanamu. Hati manusia memikir-mikirkan jalannya, tetapi Tuhanlah yang menentukan arah langkahnya.” (Amsal 16:3,9). Amin.

Happy Sunday!

 

Bacaan Alkitab Setahun: Pengkhotbah 3-4; Mazmur 17


Renungan harian lainnya