TUHAN PENYEMBUH JIWAKU

TUHAN PENYEMBUH JIWAKU

Bacaan: Mazmur 147:3

Kunci Sukses:
Berhentilah berusaha menyembuhkan diri sendiri; berhentilah menambal hati yang retak dengan hal-hal sementara. Datanglah kepada Sumbernya, datanglah kepada Tuhan.

Memperdalam Akar Iman:
“Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka.” (Mazmur 147:3)

Pernahkah kita merasa lelah, bukan karena pekerjaan, tetapi karena mental dan jiwa kita yang lelah?

Tubuh kita mungkin sehat, masih bisa tersenyum setiap hari. Namun di dalam hati, ada ruang yang kosong, ada derita yang belum sembuh, ada tangis yang tidak pernah terdengar orang lain. Jiwa adalah bagian terdalam dari diri kita. Di sanalah kita merasa, berharap, mencintai dan juga terluka. Berapa kali kita berkata “aku baik-baik saja” padahal sebenarnya hati kita sedang remuk. Berapa kali kita tertidur dengan air mata, karena tidak tahu harus bercerita kepada siapa. Permasalahan jiwa sering datang secara diam-diam. Ia lahir dari kekecewaan yang kita pendam, dari kata-kata menyakitkan yang terus terngiang, dari rasa bersalah, dari rasa takut akan masa depan dan dari kesepian yang panjang. Kita mencoba menutupinya dengan kesibukan, dengan tertawa, dengan menggulir media sosial tanpa henti. Tetapi anehnya, semakin kita lari, jiwa kita justru semakin kering.

Hari ini, Firman Tuhan mengingatkan kita dengan lembut. Ada satu Pribadi yang tidak pernah berpaling dari luka kita. Dia melihat setiap air mata yang jatuh diam-diam. Dia mendengar setiap doa yang tidak terucap. Nama-Nya adalah Tuhan Yesus. Alkitab berkata, “Ia menyembuhkan orang-orang yang patah hati dan membalut luka-luka mereka.” Tuhan tidak hanya peduli pada tubuh kita. Dia juga peduli pada jiwa kita yang letih. Dia tidak berkata “berdirilah dan kuatkan dirimu sendiri”. Dia justru berkata, “Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu.”

Penyembuhan dari Tuhan dimulai saat kita jujur di hadapan-Nya. Tidak perlu memakai kata-kata indah, cukup katakan, “Tuhan, aku lelah. Aku sakit. Aku butuh Engkau.” Penyembuhan itu juga datang melalui Firman-Nya. Ketika kita membaca Alkitab, seolah-olah Tuhan sedang membisikkan, “Aku bersamamu. Aku tidak meninggalkanmu.” Damai sejahtera-Nya perlahan akan memulihkan pikiran dan hati kita. Dia adalah Tabib bagi jiwa kita. Dia sanggup membalut luka yang bahkan kita sendiri tidak sanggup menyentuhnya. Berhentilah berusaha menyembuhkan diri sendiri; berhentilah menambal hati yang retak dengan hal-hal sementara. Datanglah kepada Sumbernya, datanglah kepada Tuhan. Izinkan Tuhan menyegarkan jiwa kita dan membalut setiap luka. Karena Dia tidak pernah terlambat, dan Dia tidak pernah gagal. Amin.

Bacaan Alkitab Setahun: Nehemia 9-10; 2 Petrus 3


Renungan harian lainnya