SEBELUM MENGAMBIL KEPUTUSAN

SEBELUM MENGAMBIL KEPUTUSAN

Bacaan: Mazmur 130:5-6

Kunci Sukses:
Dalam menanti-nantikan Tuhan, diperlukan iman dan kesabaran, karena kita sebagai anak-anak-Nya tidak bisa memaksa Tuhan bekerja menurut cara dan waktu kita.

Memperdalam Akar Iman:
“Aku menanti-nantikan TUHAN, jiwaku menanti-nanti, dan aku mengharapkan firman-Nya. Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.” (Mazmur 130:5-6)

Seorang prajurit yang sedang mendapat giliran tugas jaga malam di markas kesatuannya; tentu bukan suatu tugas yang ringan, karena ia harus berdiri tegak dan duduk sebentar sepanjang malam sampai pagi. Pasti prajurit tersebut sangat menantikan matahari untuk segera terbit dan pada jam yang telah ditentukan berarti tugas jaganya telah selesai. Pemazmur menggambarkan bahwa menanti-nantikan Tuhan dan mengharapkan Firman-Nya seperti seorang pengawal mengharapkan pagi. Khususnya ketika sebuah keputusan penting yang memiliki dampak besar dan panjang, tentu memerlukan tuntunan serta hikmat dari Tuhan.

Janganlah seperti banyak orang yang mengambil keputusan-keputusan penting hanya berdasarkan dorongan emosional atau desakan orang lain: misalnya seseorang yang sedang mencari rumah tempat tinggal sekaligus tempat usaha, yang kemudian mendapatkan tawaran untuk membeli rumah yang terlihat indah dan kokoh dengan harga murah. Ia langsung mendatangi dan menjumpai orang yang mengaku pemilik rumah tersebut, kemudian setelah melihat semua surat-surat sertifikat, orang itu begitu bergairah dan langsung menandatangani perjanjian jual beli dan segera membelinya. Tidak sampai tiga bulan, orang itu baru mengerti bahwa ia sedang berhadapan dengan suatu sindikat mafia penipuan yang kuat dan jahat, sehingga akhirnya ia harus menghabiskan lebih banyak uang lagi sementara rumah itu akhirnya lepas dan tidak dapat dimiliki.

Itulah sebabnya, sangat penting untuk menanti-nantikan Tuhan sebelum membuat keputusan penting dan besar supaya memperoleh tuntunan dan hikmat Ilahi. Dalam menanti-nantikan Tuhan, diperlukan iman dan kesabaran, karena kita sebagai anak-anak-Nya tidak bisa memaksa Tuhan bekerja menurut cara dan waktu kita. Bapa Sorgawi kita dalam kasih Kristus mengetahui cara dan waktu yang spesifik ketika berurusan dengan setiap pribadi anak-anak-Nya. Orang yang menanti-natikan Tuhan dalam menerima hikmat dan tuntunan tidak selalu secara supranatural seperti mendengar suara Tuhan secara audible. Tuhan memberi hikmat tuntunan bisa melalui hati nurani yang di penuhi damai sejahtera, pemikiran yang logis dan jernih, juga melalui nasihat-nasihat bijak yang alkitabiah. Amin.

Bacaan Alkitab Setahun: Nehemia 11-12; 1 Yohanes 1


Renungan harian lainnya