TIDAK SELAMANYA PENDERITAAN AKIBAT DOSA

TIDAK SELAMANYA PENDERITAAN AKIBAT DOSA

Bacaan: Ayub 4-5

 

Kunci Sukses:
Jika saat ini Saudara merasa menderita, padahal sudah berusaha taat kepada firman Tuhan, mungkin Tuhan memiliki tujuan lebih besar dalam hidup Saudara.

Memperdalam Akar Iman:
Sesungguhnya, berbahagialah manusia yang ditegur Allah; sebab itu janganlah engkau menolak didikan Yang Mahakuasa. Ayub 5:17

 

Seringkah kita melihat orang jahat yang hidupnya tampak baik-baik saja, bahkan sukses? Sebaliknya, seberapa sering kita melihat orang baik yang mengalami malapetaka? Melihat fakta ini, kita bertanya, “Apakah mungkin orang benar menderita dan orang jahat diberkati? Bukankah sepatutnya orang benar dilimpahi berkat dan orang jahat diganjar malapetaka?”

Pemikiran di atas adalah konsep teologis yang dipegang oleh Elifas ketika ia menanggapi penderitaan yang dialami oleh Ayub. Elifas berpandangan bahwa penderitaan merupakan akibat langsung dari dosa. Karena itu, penderitaan yang dialami oleh Ayub pasti disebabkan oleh dosa yang ia perbuat di hadapan Tuhan.

Bagi Elifas, orang benar dan saleh tidak mungkin mengalami penderitaan hidup (Ayub 4:7-8). Meskipun Elifas berargumen bahwa pendapatnya didasarkan pada penglihatan supranatural (Ayub 4:12-16), namun dapat dipastikan bahwa konsep itu tidak tepat dan tidak berasal dari Allah. Atas pendapatnya itu, ia akan dikritik oleh Allah karena pendapatnya tidak mewakili kebenaran Allah (Ayub 42:7).

Ada tiga kesalahan dalam konsep yang disampaikan Elifas. Pertama, orang benar tidak akan pernah menderita. Kedua, jikalau ada orang yang menderita, itu pasti karena ia dihukum atas dosanya (Ayub 5:2-7). Ketiga, karena Ayub menderita, pasti ada dosa yang ia lakukan dan Allah Yang Mahakuasa sedang menegurnya dengan keras (Ayub 5:17).

Jika kita merenungkan penderitaan Tuhan Yesus, jelas sekali bahwa penderitaan seseorang tidak selalu merupakan akibat langsung dari dosanya. Tidak terbantahkan lagi bahwa Yesus adalah Orang benar, bahkan Dia adalah Kebenaran itu sendiri. Namun, dalam melayani di dunia ini Dia menderita. Dari sini kita harus mengetahui bahwa penderitaan Yesus memiliki tujuan yang mulia, yaitu keselamatan manusia.

Jika saat ini Saudara merasa menderita, padahal sudah berusaha taat kepada firman Tuhan, mungkin Tuhan memiliki tujuan lebih besar dalam hidup Saudara. Sabarlah dan tetaplah percaya, Saudara akan melihat rancangan indah-Nya. Tuhan berkati.

 

Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 4-5; Yohanes 20

***


Renungan harian lainnya