TIDAK PERNAH DITINGGALKAN

TIDAK PERNAH DITINGGALKAN

Bacaan: Ezra 9

 

Kunci Sukses:
Proses yang Tuhan ijinkan merupakan bentuk didikan dan wujud kasih-Nya kepada kita.

Memperdalam Akar Iman:
Karena sungguhpun kami menjadi budak, tetapi di dalam perbudakan itu kami tidak ditinggalkan Allah kami. Ia membuat kami disayangi oleh raja-raja negeri Persia, sehingga kami mendapat kelegaan untuk membangun rumah Allah kami dan menegakkan kembali reruntuhannya, dan diberi tembok pelindung di Yehuda dan di Yerusalem. Ezra 9:9

 

Karena dosa dan pemberontakan bangsa Israel maka Allah membuang mereka ke Babel selama 70 tahun. Namun meskipun mereka hidup sebagai orang-orang buangan dan diperbudak di negeri asing, Allah tidak pernah meninggalkan mereka. Setelah genap waktunya, Allah menggerakkan hati raja-raja Persia untuk mengirim mereka kembali ke Yerusalem bahkan mendukung pembangunan rumah Tuhan dan tembok Yerusalem sampai selesai.

Dari pengalaman bangsa Israel ini kita bisa memetik pelajaran bahwa ada saatnya Tuhan menghajar umat-Nya karena dosa dan pelanggaran yang dilakukan, namun Dia tidak akan meninggalkan mereka. Bahkan hajaran itu merupakan didikan Tuhan yang bertujuan agar umat-Nya bertobat dan kembali kepada-Nya. Ibrani 12:6-7 ”karena Tuhan menghajar orang yang dikasihi-Nya, dan Ia menyesah orang yang diakui-Nya sebagai anak. Jika kamu harus menanggung ganjaran; Allah memperlakukan kamu seperti anak. Di manakah terdapat anak yang tidak dihajar oleh ayahnya?”

Jika saat ini kita sedang mengalami proses Tuhan, hidup kita didera berbagai masalah dan kesukaran akibat kesalahan yang kita perbuat, ingatlah bahwa Tuhan tidak membenci apalagi meninggalkan kita. Proses yang Tuhan ijinkan merupakan bentuk didikan dan wujud kasih-Nya kepada kita. Datanglah kepada-Nya dengan hati hancur, akui kesalahan yang telah dilakukan dan mohon pengampunan-Nya. Dia pasti akan mengampuni dan memulihkan hidup kita karena Dia Bapa yang begitu mengasihi kita anak-anak-Nya. 1 Yohanes 1:9 “Jika kita mengaku dosa kita, maka Ia adalah setia dan adil, sehingga Ia akan mengampuni segala dosa kita dan menyucikan kita dari segala kejahatan.” Setelah menerima pengampunan-Nya, jalani hidup dengan bergantung sepenuhnya pada Tuhan dan firman-Nya. Percayalah, akan datang waktunya Tuhan memulihkan keadaan kita, sehingga menjadi baik kembali bahkan lebih baik dari keadaan kita sebelumnya. Tetaplah sabar dan tetap melekat kepada-Nya. Tuhan Yesus memberkati.

 

Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 18-19; Yohanes 7

 


Renungan harian lainnya