TETAP BAIK DAN TULUS HATI

TETAP BAIK DAN TULUS HATI

Bacaan: Mazmur 125:4-5

Kunci Sukses:
Anak-anak Tuhan dipanggil untuk tetap tulus dan benar dalam bekerja serta berusaha.

Memperdalam Akar Iman:
“Lakukanlah kebaikan, ya TUHAN, kepada orang-orang baik dan kepada orang-orang yang tulus hati.” (Mazmur 125:4)

“Lakukanlah kebaikan, ya TUHAN, kepada orang-orang baik dan kepada orang-orang yang tulus hati; tetapi orang-orang yang menyimpang ke jalan yang berbelit-belit, kiranya TUHAN mengenyahkan mereka bersama-sama orang-orang yang melakukan kejahatan.” (Mazmur 125:4-5)

Kehidupan manusia di akhir zaman ini menunjukkan intensitas dosa yang semakin kuat, juga semakin canggihnya bentuk-bentuk penipuan dalam meraih keuntungan besar bagi diri sendiri. Saat ini juga bila seseorang kurang menguasai teknologi dan kurang berhati-hati, maka saldo tabungannya di bank digital bisa dikuras habis. Makin nyata oknum-oknum yang memiliki posisi jabatan dan kekuasaan menggunakan kesempatan kedudukannya untuk meraih kekayaan dengan cara yang korup, tidak peduli apabila orang lain mengalami banyak kerugian. Itulah fakta kondisi manusia akhir zaman yang digambarkan dalam Alkitab semakin egois dan serakah juga semakin cinta uang.

Persoalan sosial, politik dan ekonomi yang sedang dihadapi bangsa kita saat ini, dampaknya dirasakan oleh seluruh rakyat termasuk setiap anak-anak Tuhan. Artinya, sebagai anak-anak Tuhan tidak berarti dibebaskan dari kesulitan-kesulitan seperti harga-harga kebutuhan pokok yang semakin naik, biaya pendidikan yang semakin meningkat, lapangan pekerjaan semakin sempit sementara itu perusahaan-perusahaan terpaksa melakukan perampingan pegawai dan persoalan lainnya. Dalam situasi seperti ini, anak-anak Tuhan yang berbisnis diperhadapkan pada pilihan untuk berkompromi demi mendapatkan keuntungan besar tetapi merugikan banyak pihak lain atau pilihan bekerja dengan benar tetapi keuntungannya sedikit.

Sesuai prinsip kebenaran Firman, walaupun kondisi perekonomian bangsa kita sedang sulit, setiap anak-anak Tuhan dipanggil untuk tetap tulus dan benar dalam bekerja serta berusaha. Namun, yang membedakan antara anak-anak Tuhan dengan dunia adalah terdapat unsur kasih karunia serta mujizat dari Tuhan, sehingga berbagai kebutuhan dan biaya-biaya dapat tercukupi. Bagian dan tanggung jawab anak-anak Tuhan adalah hidup dengan tulus (tidak bengkok) dan lurus (tidak berbelit-belit); Tuhan juga akan melakukan janji pemeliharaan dengan setia. Amin.

Bacaan Alkitab Setahun: Ester 7-8; 2 Yohanes


Renungan harian lainnya

TETAP BAIK DAN TULUS HATI

TETAP BAIK DAN TULUS HATI

Bacaan: Mazmur 125:4-5

Kunci Sukses:
Anak-anak Tuhan dipanggil untuk tetap tulus dan benar dalam bekerja serta berusaha.

Memperdalam Akar Iman:
“Lakukanlah kebaikan, ya TUHAN, kepada orang-orang baik dan kepada orang-orang yang tulus hati.” (Mazmur 125:4)

“Lakukanlah kebaikan, ya TUHAN, kepada orang-orang baik dan kepada orang-orang yang tulus hati; tetapi orang-orang yang menyimpang ke jalan yang berbelit-belit, kiranya TUHAN mengenyahkan mereka bersama-sama orang-orang yang melakukan kejahatan.” (Mazmur 125:4-5)

Kehidupan manusia di akhir zaman ini menunjukkan intensitas dosa yang semakin kuat, juga semakin canggihnya bentuk-bentuk penipuan dalam meraih keuntungan besar bagi diri sendiri. Saat ini juga bila seseorang kurang menguasai teknologi dan kurang berhati-hati, maka saldo tabungannya di bank digital bisa dikuras habis. Makin nyata oknum-oknum yang memiliki posisi jabatan dan kekuasaan menggunakan kesempatan kedudukannya untuk meraih kekayaan dengan cara yang korup, tidak peduli apabila orang lain mengalami banyak kerugian. Itulah fakta kondisi manusia akhir zaman yang digambarkan dalam Alkitab semakin egois dan serakah juga semakin cinta uang.

Persoalan sosial, politik dan ekonomi yang sedang dihadapi bangsa kita saat ini, dampaknya dirasakan oleh seluruh rakyat termasuk setiap anak-anak Tuhan. Artinya, sebagai anak-anak Tuhan tidak berarti dibebaskan dari kesulitan-kesulitan seperti harga-harga kebutuhan pokok yang semakin naik, biaya pendidikan yang semakin meningkat, lapangan pekerjaan semakin sempit sementara itu perusahaan-perusahaan terpaksa melakukan perampingan pegawai dan persoalan lainnya. Dalam situasi seperti ini, anak-anak Tuhan yang berbisnis diperhadapkan pada pilihan untuk berkompromi demi mendapatkan keuntungan besar tetapi merugikan banyak pihak lain atau pilihan bekerja dengan benar tetapi keuntungannya sedikit.

Sesuai prinsip kebenaran Firman, walaupun kondisi perekonomian bangsa kita sedang sulit, setiap anak-anak Tuhan dipanggil untuk tetap tulus dan benar dalam bekerja serta berusaha. Namun, yang membedakan antara anak-anak Tuhan dengan dunia adalah terdapat unsur kasih karunia serta mujizat dari Tuhan, sehingga berbagai kebutuhan dan biaya-biaya dapat tercukupi. Bagian dan tanggung jawab anak-anak Tuhan adalah hidup dengan tulus (tidak bengkok) dan lurus (tidak berbelit-belit); Tuhan juga akan melakukan janji pemeliharaan dengan setia. Amin.

Bacaan Alkitab Setahun: Ester 7-8; 2 Yohanes


Renungan harian lainnya