RAJIN BERBUAT BAIK

RAJIN BERBUAT BAIK

Bacaan: Titus 2:14

 

Kunci Sukses:
Perbuatan baik bukan syarat untuk keselamatan melainkan bukti hidup yang sudah diselamatkan

Memperdalam Akar Iman:
Pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmatNya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus.(Titus 3:5)

 

Ada filosofi yang diyakini banyak orang mengenai perbuatan baik, yang dianggap dapat menjadi bekal untuk menjalani kehidupan yang keduasetelah meninggalkan dunia yang fana ini. Namun, bagi orang percaya tujuan dari perbuatan baik yang kita tunjukkan dalam kehidupan nyata tidaklah sama dengan filosofi tadi. Sebagai orang percaya, kita didorong untuk berbuat baik bukan supaya diselamatkan, melainkan sebagai ungkapan syukur atas karya keselamatan Allah dalam Yesus Kristus yang telah kita terima. 

Firman Tuhan menegaskan akan hal itu, yakni bahwa keselamatan yang Kristus lakukan dengan menyerahkan DiriNya, tak hanya ditujukan agar kita terbebas dari segala kejahatan dan dikuduskan olehNya, tetapi agar kita dapat menjadi rajin dalam berbuat baik. Dalam frasa “rajin berbuat baik” terkandung suatu tindakan yang dilakukan secara konsisten, berulangulang, hingga perbuatan itu dapat dikenali oleh orang lain dan mereka mengakui bahwa orang Kristiani itu baik, lalu memuliakan Allah. Dan hal ini akan membuat kita bersukacita di dalam Tuhan

Oleh karena itu, sambil mengingat bagian lain Firman Tuhan yang menyebutkan panggilan kita sebagai garam dan terang dunia (Matius 5:13-16), mari kita kembali mengobarkan semangat untuk berbuat baik melalui sikap dan perilaku kita, juga lewat uluran tangan kita yang lahir dari hati yang mengasihi orang lain. Ingatlah bahwa orang yang hatinya dipenuhi kasih Allah, pasti ia tidak akan tahan berdiam terlalu lama tanpa berbuat baik, karena kasih kepada sesama. Amin

 

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Tawarikh 18-19; 1 Timotius 5


Renungan harian lainnya