PERCAYA DAN BERSERAH PENUH KEPADA TUHAN

PERCAYA DAN BERSERAH PENUH KEPADA TUHAN

Bacaan: Amsal 3:5-6

Kunci Sukses:
Kita sering menghadapi berbagai kesulitan dan tidak tahu bagaimana cara melewatinya. Tetapi percayalah kepada Tuhan dengan segenap hati kita dan Dia akan memimpin hidup kita.

Memperdalam Akar Iman:
“Serahkanlah jalanmu kepada Tuhan dan percayalah kepada-Nya, maka Ia akan bertindak.” (Mazmur 37:5)

Suatu rasa syukur yang penuh kepada Tuhan kalau hari ini kita telah berada di hari terakhir bulan Juli 2026. Sebagai anak-anak Tuhan, kita senantiasa memperhatikan hubungan kita dengan Tuhan. Amsal 3:5-6, bukan sekadar perintah biasa, melainkan sebuah kunci untuk mendapatkan tuntunan Ilahi yang pasti di tengah ketidakpastian hidup.

Langkah apa saja yang perlu kita lakukan?

  1. Percaya Sepenuh Hati (Ayat 5a). “Percayalah”, dalam bahasa Ibrani memakai kata בָּטַח (batach atau batakh) yang dapat diartikan sebagai percayalah, berharap dan mengandalkan. Ini berarti penyerahan total, kita diminta untuk mempercayai kedaulatan, dan rencana Allah, bahkan ketika kita tidak bisa melihat masa depan dengan jelas atau memahami apa yang sedang terjadi dalam hidup kita.
  2. Jangan Bersandar pada Pengertian Sendiri (Ayat 5b). Hikmat dan kecerdasan manusia itu sangat terbatas. Seringkali kita mengandalkan logika atau pengalaman masa lalu, yang justru sering membawa kita pada kekuatiran dan keputusan yang salah.
  3. Akui Dia dalam Segala Laku (Ayat 6). Kata “akuilah” menggunakan kata dasar bahasa Ibrani “yada” (יָדַע). Dalam konteks ayat ini memiliki makna yang sangat mendalam: Kata Yada bukan sekadar tahu secara teori bahwa Tuhan itu ada, tetapi memiliki pengenalan dan pengalaman pribadi dengan Tuhan; relasi yang dekat: Yada mengandung arti keintiman dan keterikatan.

Di dunia yang kompleks dan penuh tantangan ini, kita sering menghadapi berbagai kesulitan dan tidak tahu bagaimana cara melewatinya. Tetapi, percayalah kepada Tuhan dengan segenap hati kita dan Dia akan memimpin hidup kita. Amin.

Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 10-11; Wahyu 4


Renungan harian lainnya