PENGHARAPAN DALAM YESUS

PENGHARAPAN DALAM YESUS

Bacaan: Ibrani 6

 

Kunci Sukses:
Pengharapan dalam Kristus meneguhkan dan menghibur kita bahwa di masa yang akan datang, yaitu di dalam sorga kita akan menerima berkat abadi.

Memperdalam Akar Iman:
Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya. Ibrani 6:19-20

 

Hidup orang percaya di dunia ini adalah hidup dalam pengharapan untuk menikmati hidup yang kekal bersama Tuhan Yesus di sorga pada masa yang akan datang. Itu sebabnya hidup pengikut Kristus di dunia ini selalu dikuatkan oleh janji-janji Tuhan Yesus kepada kita. Kata “pengharapan” berasal dari kata dasar “harap”. Kata “harap” ini menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, diberi pengertian yaitu: “Mohon, minta, keinginan supaya sesuatu terjadi dan sesuatu itu biasanya hal yang sesuai dengan kebutuhan kita”. Jadi, pengharapan adalah suatu sikap hidup yang teguh dan kuat berkaitan dengan sebuah keinginan terbesar yang belum nyata dan berjuang sampai hal itu menjadi kenyataan. Pengharapan dalam Kristus menjadi sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita. Penulis surat Ibrani menulis tentang hal itu demikian: Pengharapan itu adalah sauh yang kuat dan aman bagi jiwa kita, yang telah dilabuhkan sampai ke belakang tabir, di mana Yesus telah masuk sebagai Perintis bagi kita, ketika Ia, menurut peraturan Melkisedek, menjadi Imam Besar sampai selama-lamanya. (Ibrani 6:19-20). 

Apapun yang terjadi dalam hidup kita sebagai pengikut Tuhan Yesus di dunia ini tidak menjadi masalah karena pengharapan dalam Kristus menjadi penghiburan yang memberi damai sejahtera bagi kita. Pengharapan dalam Kristus meneguhkan dan menghibur kita bahwa di masa yang akan datang, yaitu di dalam sorga kita akan menerima berkat abadi. Berkat abadi ini adalah berkat yang tidak dapat binasa, yaitu sifat dan bentuknya tetap dan kekal serta tidak akan hilang; berkat yang tidak dapat cemar, artinya sifat dan bentuknya murni, sempurna dan tanpa cacat; berkat yang tidak dapat layu, artinya selalu menyegarkan, penuh sukacita, penuh  damau sejahtera. Untuk menerima suatu bagian yang tidak dapat binasa, yang tidak dapat cemar dan yang tidak dapat layu, yang tersimpan di sorga bagi kita (1 Petrus 1:4). Amin

 

Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 48-49; Mazmur 87

 


Renungan harian lainnya