PEMBELAJARAN HIDUP

PEMBELAJARAN HIDUP

Bacaan: Amsal 6:6-8

 

Kunci Sukses:
Jika kita mampu mengenali karunia kita dan memakainya dengan tepat, percaya sesuatu yang luar biasa akan dinyatakan melalui hidup kita.

Memperdalam Akar Iman:
“Hai pemalas, pergilah kepada semut, perhatikanlah lakunya dan jadilah bijak.” (Amsal 6:6)

 

Amsal 6:7-8, “Biarpun tidak ada pemimpinnya, pengaturnya atau penguasanya, ia menyediakan rotinya di musim panas, dan mengumpulkan makanannya pada waktu panen.”

Semut adalah hewan yang kecil, yang biasanya luput dari pandangan kita karena kehadirannya seperti tidak ada artinya bagi kita. Namun, tahukah kita bahwa sebenarnya setiap makhluk yang Tuhan ciptakan mempunyai kegunaannya masing-masing, seperti ada simbiosis mutualisme yang terjalin di dalamnya. Semut pun seperti itu. Walaupun semut kecil, namun sebuah penelitian memaparkan bahwa ternyata, semut bisa mengangkat beban sebesar sepuluh hingga lima puluh kali berat tubuhnya. Badannya kecil tetapi mempunyai kekuatan yang luar biasa. Selain itu, semut juga terampil dalam hal mempersiapkan kebutuhannya sebelum musim hujan datang. Mereka tidak akan membiarkan diri mereka sendiri tidak mempunyai persiapan. Mereka binatang yang rajin. 

Hikmat yang raja Salomo bagikan lewat kitab Amsal ini mengajarkan kepada kita bahwa sebuah pembelajaran hidup bisa Tuhan berikan lewat apapun, siapapun bahkan konsisi apapun; termasuk lewat salah satu hewan yang mungkin manusia tidak akan perhitungkan dalam hidupnya, yaitu semut. 

Ada 2 pelajaran penting yang bisa kita dapatkan dari semut. Pertama, badan semut kecil tetapi tenaganya luar biasa. Banyak orang merasa diri tidak mampu, tidak punya kecerdasan, tidak punya keterampilan, tidak ada yang bisa diandalkan. Belajar dari semut: Tampilan luarnya tidak menentukan hal-hal yang tersimpan di dalamnya. Bukankah kita punya Tuhan yang telah memberikan karunia bagi setiap kita? Jika kita mampu mengenalinya dan memakainya dengan tepat, percaya sesuatu yang luar biasa akan dinyatakan melalui hidup kita. Kedua, semut tidak suka bermalas-malasan. Sifat malas bisa membuat seseorang menjadi tidak produktif: Malas bekerja jadi tidak maksimal, malas bergerak atau olahraga bisa membuat otot dan tulang tidak kuat, malas berinteraksi membuat jarak dalam relasi, dan lain sebagainya. Tuhan mau supaya kita rajin seperti semut; jangan hanya menunggu datangnya baru kita mencari makanan, tetapi persiapkan terlebih dahulu supaya saat waktunya tiba, yang ada bukan penyesalan tetapi sukacita dan syukur. Amin.

Happy Sunday!

 

Bacaan Alkitab Setahun: Nehemia 9-10; 2 Petrus 3


Renungan harian lainnya