JANGAN GILA HORMAT

JANGAN GILA HORMAT

Bacaan: Galatia 5:25-26, Ester 5:9-14

Kunci Sukses:
Menjalani hidup yang benar seturut kehendak Tuhan, itulah yang mendatangkan rasa hormat dan hidup yang bermartabat.

Memperdalam Akar Iman:
“Dan janganlah kita gila hormat, janganlah kita saling menantang dan saling mendengki.” (Galatia 5:26)

Di dunia ini, tidak dapat dihindari bahwa seringkali kita akan bertemu dengan tipe orang yang ‘gila hormat’. Rupanya, sikap gila hormat itu telah ada dari zaman dulu. Contohnya dalam nats bacaan hari ini yaitu Haman, dia adalah salah satu pejabat tertinggi di Kerajaan Persia. Ia adalah orang kepercayaan Raja Ahasyweros. Seluruh istana sangat sangat menghormatinya, yang ditunjukkan dengan cara berlutut dan sujud di hadapannya. Dengan bangga, Haman menceritakan itu semua kepada kaum keluarganya serta para sahabatnya. Namun, ada satu orang yang tidak bersedia sujud apalagi berlutut dihadapannya, yaitu Mordekhai. Semua kebesaran serta kemuliaan yang dimilikinya seolah sirna setiap kali ia melihat Mordekhai, orang Yahudi itu. Ia pun menyusun sebuah rencana yang jahat: tidak cukup untuk membinasakan Mordekhai saja, akan tetapi juga seluruh orang Yahudi di Kerajaan Persia itu.

Haman adalah pribadi yang ambisius, yang bermasalah dengan dirinya sendiri. Kegembiraannya tergantung pada sikap orang lain. Kebanggaannya terletak pada harta benda/kekayaan, jabatan, nama baik serta bagaimana orang lain mamandangnya atau memperlakukan dia. Ketika yang diinginkannya berbeda dengan kenyataannya, dunia seolah-olah runtuh di hadapannya. Sikap gila hormat ini pada akhirnya membawa kehancuran bagi dirinya dan keluarganya.

Sebagai murid Kristus, kita hendaknya memiliki citra yang benar. Kita adalah pribadi-pribadi yang sangat berharga, ditebus serta diselamatkan oleh-Nya. Harga diri kita hendaknya tidak diletakkan pada benda, materi atau pandangan orang lain. Sebab Tuhan telah menetapkan bahwa kita sungguh berharga, kita adalah anak-anak-Nya. Oleh karena itu, kita sepatutnya bersyukur dengan menjalani hidup yang berkenan kepada-Nya. Menjalani hidup yang benar seturut kehendak Tuhan, itulah yang mendatangkan rasa hormat dan hidup yang bermartabat. Amin.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Samuel 22-23; 2 Korintus 10


Renungan harian lainnya