PELANGI SETELAH HUJAN

PELANGI SETELAH HUJAN

Bacaan: Yesaya 60:15-22

 

Kunci Sukses:
Janji-Nya ya dan amin. Allah memenuhi janji-Nya tepat pada waktu-Nya.

Memperdalam Akar Iman:
Yang paling kecil akan menjadi kaum yang besar, dan yang paling lemah akan menjadi bangsa yang kuat; Aku, TUHAN, akan melaksanakannya dengan segera pada waktunya. Yesaya 60:22

 

Tentu kita pernah melihat pelangi setelah hujan. Pelangi merujuk kepada tanda perjanjian Allah pada peristiwa air bah di zaman Nabi Nuh. Janji bahwa Allah tidak akan memusnahkan umat-Nya dengan air bah lagi. Saat bangsa Israel mengalami pembuangan ke Babel, hidup mereka sangat menderita. Entah berapa banyak ratap tangis yang mereka serukan kepada Allah. Mereka sangat mendambakan penyelamatan dan pemulihan atas negeri mereka.

Melalui Nabi Yesaya, Allah mengingatkan mereka untuk menunggu dan bersabar. Allah berjanji akan memulihkan umat-Nya. Mereka yang ditinggalkan, dibenci, dan bahkan dipandang hina, nantinya akan dihormati (ayat 15). Mereka akan diberi kemakmuran sebagai ganti kesengsaraan dan kelaparan (ayat 16-17). Kekerasan tidak akan lagi menimpa mereka dan hanya Allah sajalah yang akan menjadi penerang abadi mereka (ayat 18-20). Mereka akan memiliki negeri untuk selama-lamanya dan keturunan mereka akan menjadi bangsa yang kuat (ayat 21-22). Nubuatan-nubuatan Allah ini disampaikan Nabi Yesaya agar mereka dapat percaya kepada-Nya.

Allah tidak akan meninggalkan bangsa-Nya. Allah selalu menyertai mereka dalam keadaan apa pun, apalagi saat mereka mengalami penderitaan dan seolah tak ada jalan keluar. Allah hanya menghendaki agar mereka senantiasa mengandalkan-Nya, sebab hanya Dia satu-satunya yang memberi pertolongan. Allah akan menjadi terang abadi dan menjadi Tuhan yang kita agungkan. Dialah Tuhan dan Juru Selamat dan Penebus kita satu-satunya.

Janji Allah membawa pengharapan bagi umat-Nya. Janji-Nya “ya” dan “amin”. Allah memenuhi janji-Nya tepat pada waktu-Nya. Allah hanya meminta kita percaya bahwa janji-Nya akan digenapi. Namun demikian, menanti janji Allah pada saat kita dalam keadaan baik-baik saja itu terasa mudah. Tetapi, bagaimana bila masa sulit melanda? Barangkali kita diimpit berbagai masalah, sakit, kehilangan orang yang kita cintai, krisis keuangan, atau kehilangan pekerjaan. Apakah kita masih percaya kepada Allah?

 

Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 5-6; Wahyu 2

****

Happy Sunday


Renungan harian lainnya