MENJAGA PERGAULAN

MENJAGA PERGAULAN

Bacaan: 1 Korintus 15:33

 

Kunci Sukses:
Setiap anakanak Tuhan perlu mengingat bahwa ada kuasa dari pergaulan atau komunitas, sehingga kebiasaan tertentu dapat dibangun.

Memperdalam Akar Iman:
“Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” (1 Korintus 15:33)

 

“Janganlah kamu sesat: Pergaulan yang buruk merusakkan kebiasaan yang baik.” (1 Korintus 15:33) 

Latar belakang teguran rasul Paulus kepada jemaat di Korintus adalah karena ada beberapa jemaat di Korintus yang sebenarnya tidak mengenal Allah; menebarkan pengajaran bahwa tidak ada kebangkitan dari kematian, dan mereka mengajarkan untuk memuaskan segala keinginan dan hawa nafsu selama hidup karena tidak ada kebangkitan. “Jika orang mati tidak dibangkitkan, maka marilah kita makan dan minum, sebab besok kita mati.” (1 Korintus 15:32 b). Betapa pergaulan yang salah membawa pengaruh buruk pada cara berpikir seseorang dan akhirnya mempengaruhi perilaku yang buruk juga pada orang tersebut. Contoh lainnya adalah: seorang anak usia 5 tahun yang dididik oleh orang tuanya secara Kristen dan diajarkan sopan santun di rumah, kemudian setiap pulang sekolah mulai mengeluarkan kata-kata yang tidak pantas setiap kali keinginannya tidak terpenuhi. Hal sebaliknya dapat juga terjadi, misalnya seorang siswa Kristen pelajar SMA yang berasal dari latar belakang keluarga yang hanya ber-KTP Kristen, kemudian datang ke gereja hanya pada hari Natal. Namun, secara perlahan terjadi perubahan sikap kebiasaan siswa tersebut, yaitu setiap bangun tidur dan sebelum makan ia berdoa, juga setiap hari Minggu bangun lebih cepat untuk pergi ke gereja. Rupanya di sekolah, ia memiliki 2 orang sahabat karib yang hidupnya benar dan takut akan Tuhan. 

Setiap anak-anak Tuhan perlu mengingat bahwa ada kuasa dari pergaulan atau komunitas, sehingga kebiasaan tertentu dapat dibangun. Misalnya: Seorang anak Tuhan yang rindu membangun gaya hidup berdoa, maka ia perlu bergabung dengan komunitas para pendoa; bila rindu mengembangkan kemampuan musikal dalam pujian dan penyembahan, maka bergabunglah dan berkomunitas dengan para pemusik gerejawi. Namun, hal ini tidak berarti pergaulan seorang anak Tuhan menjadi eksklusif dan tertutup, tetapi bentuk pergaulan dari berbagai kalangan yang lain misalnya: Kelompok arisan dengan tetangga, arisan dengan teman-teman dari asal yang sama, grup-grup WhatsApp teman sekelas. Semua bentuk pergaulan ini bisa menjadi sarana untuk menyatakan terang dan kasih Kristus. Ingatlah selalu panggilan hidup kita dan tetapkan komunitas apa yang akan menyokong panggilan hidup kita. Amin.

 

Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 47-48; Mazmur 51


Renungan harian lainnya