PILIH LEWATI PROSES TETAPI BERBUAH

Bacaan: Yohanes 15:5-7
Kunci Sukses:
Banyak orang sibuk “berbuah” tapi lupa untuk “tinggal”.
Memperdalam Akar Iman:
“Orang-orang yang menabur dengan mencucurkan air mata, akan menuai dengan bersorak-sorai.” (Mazmur 126:5)
Di Indonesia, bulan Mei identik dengan musim peralihan: akhir musim hujan, awal musim kemarau. Tanah mulai mengeras, tapi juga waktu bagi banyak tanaman untuk berbuah. Secara rohani, Mei bisa jadi momen kita bertanya: “Sudah sejauh mana aku bertumbuh?”
Tetap menabur Ketaatan, Menuai Mujizat. “Akulah pokok anggur dan kamulah ranting-rantingnya. Barangsiapa tinggal di dalam Aku dan Aku di dalam dia, ia berbuah banyak.” (Yohanes 15:5). Mei adalah bulan ke-5, angka 5 dalam Alkitab sering bicara tentang anugerah. Artinya: Bulan ini bukan tentang seberapa kita kuat bekerja, tapi seberapa lekat kita tinggal di Pokok Anggur. Banyak orang sibuk “berbuah” tapi lupa untuk “tinggal” sehingga menjadi kering.
Menuai Setelah Musim Menunggu. Pengkhotbah 3:2, “Ada waktu untuk menanam, ada waktu untuk mencabut yang ditanam.” Petani tidak panik saat musim hujan berhenti. Dia tahu: sekarang waktunya buah matang. Apakah bulan-bulan yang berlalu banyak pergumulan, air mata bahkan proses yang tidak kita pahami? Mulailah bersyukur karena Tuhan sedang mematangkan sesuatu. Yusuf 13 tahun menunggu. Daud 15 tahun dari diurapi sampai jadi raja. Lazarus 4 hari di kubur. Kalau Tuhan menunda, Dia tidak membatalkan. Dia sedang menyempurnakan.
Pastikan setiap hari untuk “tinggal” pada Pokok Anggur. Kalau ada doa yang belum dijawab dari bulan-bulan lalu, ganti keluhan dengan ucapan syukur dan percaya Tuhan sedang mengerjakannya. Amin.
Bacaan Alkitab Setahun: 2 Samuel 1-2; 1 Korintus 15
Renungan harian lainnya

KEBERANIAN EBED-MELEKH
May 08, 2026

PERCAYA TEGUH KEPADA TUHAN
May 07, 2026

TEGURAN YANG MENDIDIK
May 06, 2026


