MENGHINDARI PERTENGKARAN

MENGHINDARI PERTENGKARAN

Bacaan: Yakobus 4:1

 

Kunci Sukses:
Orang yang dewasa secara karakter maupun rohani pasti akan menjauhi perbantahan, lebih suka damai, cepat mengalah, tidak memaksakan kehendak, dan berani mengakui kesalahan.

Memperdalam Akar Iman:
“Si pemarah membangkitkan pertengkaran, tetapi orang yang sabar memadamkan perbantahan.” (Amsal 15:18)

 

Pertengkaran adalah salah satu jenis kekerasan verbal yang sering terjadi dalam kehidupan sosial, baik rumah tangga maupun dalam masyarakat luas karena emosi yang tidak terkendali.Rasul Yakobus berkata, “Dari mana datangnya pertengkaran? Dari hawa nafsu dan sikap mementingkan diri sendiri.” Orang yang suka bertengkar adalah orang yang tidak dapat menguasai dirinya, dipenuhi amarah dan suka memaksakan kehendaknya sendiri. Sebenarnya, ini adalah gambaran bagaimana berkuasanya dosa dalam manusia yang duniawi.

Penyebab pertengkaran bisa disebabkan banyak hal: Karena tidak bisa mengendalikan hawa nafsu, terjadi konflik akibat komunikasi dan karakter yang buruk, ketidaksetiaan, keuangan yang tidak stabil dan berbagai hal lainnya. Pahamilah bahwa semua itu adalah sumber masalah yang harus diselesaikan sesegera mungkin agar tidak menyebabkan konflik yang berkepanjangan bahkan lebih parah.

Firman Tuhan berkata dalam Amsal 20:3, “Terhormatlahlah seseorang, jika ia menjauhi perbantahan, tetapi setiap orang bodoh membiarkan amarahnya meledak.” Orang yang dewasa secara karakter maupun rohani pasti akan menjauhi perbantahan, lebih suka damai, cepat mengalah, tidak memaksakan kehendak, dan berani mengakui kesalahan. Tiga hal sederhana namun perlu dipraktikkan: Turunkan volume suara, tunda pembicaraan saat emosi dan jangan buat keputusan penting. Berusahalah untuk menemukan solusi yang berdampak pada kebersamaan. Amin.

Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 13–14; Yohanes 4


Renungan harian lainnya