MENGHIDUPI JANJI TUHAN

MENGHIDUPI JANJI TUHAN

Bacaan: 1 Tawarikh 4:1-23

 

Kunci Sukses:
Marilah kita hidup setia kepada Tuhan dalam berbagai dimensi kehidupan kita.

Memperdalam Akar Iman:
Yabes berseru kepada Allah Israel, katanya: “Kiranya Engkau memberkati aku berlimpah-limpah dan memperluas daerahku, dan kiranya tangan-Mu menyertai aku, dan melindungi aku dari pada malapetaka, sehingga kesakitan tidak menimpa aku!” Dan Allah mengabulkan permintaannya itu. 1 Tawarikh 4:10

 

Silsilah Yehuda (psl 2) mendahului silsilah Daud (psl.3) dan kini kembali dituliskan di dalam pasal 4 ini. Melalui garis keturunan itu, kita mendapatkan nama-nama tempat penting. Betlehem merupakan kota kelahiran Daud, juga yang nantinya akan menjadi kota kelahiran Mesias (ayat 4, 22). Yabes adalah nama kota yang berasal dari nama tokoh yang berseru kepada Tuhan memohon berkat melimpah dan mendapatkan berkat-Nya. Ia menjadi panutan bagi banyak orang Israel untuk tetap setia dan berdoa kepada Tuhan (ayat 9-10). Selain itu, ada juga Tekoa (ay 5), Zif (ay 16), dan Estemoa (ay 17) yang akan turut berperan dalam pemulihan wilayah Israel. Silsilah ini menunjukkan bahwa janji Allah menyentuh hal-hal konkret, seperti tanah, kota, dan tempat.

Bagi bangsa Israel, umat yang menyembah Tuhan dan mendapat perkenan-Nya, kepulangan ke negeri asal bukan hanya pembangunan kembali tempat tinggal dan kejayaan bangsa, tetapi juga berarti menghidupi janji Allah dan mewujudkan kerajaan-Nya di bumi.

Walau kita jauh dari tempat-tempat tersebut secara fisik, sebagai umat Tuhan, kita pun menghidupi warisan kerajaan Allah. Janji Tuhan juga menyertai kehidupan kita. Memang kita perlu membuka mata rohani agar dapat melihat janji Tuhan itu menyentuh setiap hal konkret di dalam kehidupan kita, seperti tanah, kota, dan tempat; juga keluarga, studi, pekerjaan atau karir, dan cita-cita. 

Banyak orang mengira bahwa menghidupi janji Tuhan berarti memisahkan aspek kehidupan rohani dan duniawi. Aspek rohani diperlakukan secara sakral, sedangkan aspek duniawi dianggap sepele. Namun, kerajaan Allah tidak memandang kehidupan dengan terpecah belah. Hal-hal konkret seperti tanah, kota, dan tempat tidak lantas dianggap duniawi, melainkan juga masuk ke dalam lingkup kehidupan dalam janji Tuhan.

Memang spiritualitas tidak dibatasi oleh berbagai hal fisik, tetapi visi tentang janji Tuhan mencakup juga hal-hal fisik dan konkret dalam kehidupan. Marilah kita hidup setia kepada Tuhan dalam berbagai dimensi kehidupan kita. Amin

Selamat Hari Minggu

 

Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 22-24; Wahyu 10-11

***


Renungan harian lainnya