MENANTI TUHAN DENGAN PENGHARAPAN

MENANTI TUHAN DENGAN PENGHARAPAN

Bacaan: Mazmur 130:6

Kunci Sukses:
Ketika kita menantikan Tuhan dengan setia, iman kita dikuatkan, karakter kita dibentuk dan pengharapan kita diperbarui. Tuhan tidak pernah terlambat, pertolongan-Nya akan datang tepat pada waktunya.

Memperdalam Akar Iman:
“Jiwaku mengharapkan Tuhan lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi, lebih dari pada pengawal mengharapkan pagi.” (Mazmur 130:6)

Seorang pengawal malam menantikan datangnya pagi dengan penuh kerinduan. Baginya, pagi adalah tanda berakhirnya kegelapan dan dimulainya hari yang baru. Pemazmur menggunakan gambaran ini untuk menunjukkan betapa besar kerinduannya kepada Tuhan dalam penantiannya.

Dalam kehidupan ini, kita sering menghadapi masa-masa “malam”: masa penantian, pergumulan dan ketidakpastian. Namun, seperti pengawal yang yakin bahwa pagi pasti datang, demikian juga kita dapat meyakini bahwa Tuhan akan muncul, bertindak menolong seperti kepastian terbitnya hari yang baru.

Nabi Yeremia juga menuliskan hal yang sama di dalam Ratapan 3:23-24. Sikap menanti tidak pasif melainkan terus menumbuhkan iman percaya bahwa Tuhan sedang bekerja meskipun kita belum melihat hasilnya. Ketika kita menantikan Tuhan dengan setia, iman kita dikuatkan, karakter kita dibentuk dan pengharapan kita diperbarui. Tuhan tidak pernah terlambat, pertolongan-Nya akan datang tepat pada waktunya.

Tuhan tidak pernah meninggalkan anak-anak-Nya berjalan sendirian. Dia melihat setiap air mata, mendengar setiap doa dan memahami setiap pergumulan yang tidak mampu diungkapkan dengan kata-kata. Percayalah bahwa Tuhan yang memulai pekerjaan baik dalam hidup kita, Dia juga akan menyelesaikannya dengan sempurna. Dia sanggup memulihkan sukacita yang hilang, menguatkan hati yang remuk dan membuka jalan baru yang penuh harapan. Amin.

Happy Sunday!

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Tawarikh 22-23; 2 Timotius 1


Renungan harian lainnya