Mahkota Abadi

Mahkota Abadi

 

Bacaan: Ibrani 11
Kunci sukses: Mahkota yang kekal dan abadi disediakan bagi mereka yang setia.

Memperdalam akar iman:
“Tetapi sekarang mereka merindukan tanah air yang lebih baik yaitu satu tanah air sorgawi. Sebab itu Allah tidak malu disebut Allah mereka, karena Ia telah mempersiapkan sebuah kota bagi mereka.”Ibrani 11:16

Seekor ikan tidak akan pernah berbahagia tinggal di daratan, karena memang ia diciptakan untuk tinggal di air. Seekor rajawali tidak akan pernah puas jika ia tidak pernah diperbolehkan terbang tinggi, karena untuk berada di atas ketinggian itulah ia diciptakan. Demikian juga kita tidak akan pernah puas di bumi, karena kita diciptakan untuk sesuatu yang lebih tinggi, yaitu hidup dalam kekekalan bersama-sama dengan Allah.

Adalah kesalahan fatal jika kita menganggap bahwa sasaran kehidupan kita yang ditetapkan oleh Tuhan adalah kesejahteraan materi atau berhasil dan menjadi populer. Hidup “berkelimpahan” yang Tuhan maksudkan tidak terbatas dengan kelimpahan materi dan kesetiaan kepada Tuhan bukanlah jaminan sukses dalam karir dan pelayanan seperti pandangan manusia pada umumnya. Jangan pernah terfokus pada mahkota-mahkota sementara. Tetapi kesetiaan kita di dalam dunia ini, Tuhan mau kita fokus kepadaNya, maka berkat kelimpahan akan mengikuti, yang terpenting adalah kita selamat pada akhirnya dimana kita akan menerima mahkota abadi.

Paulus seorang yang setia, tetapi berakhir di penjara. Yohanes Pembabtis juga setia, tetapi dipenggal kepalanya. Jutaan orang pengikut Yesus yang setia menjadi martir, kehilangan segalanya dan mengakhiri hidup dengan tidak membanggakan sesuatu apapun. Tetapi itu bukanlah akhir hidup mereka yang sebenarnya.
Di mata Tuhan, para pahlawan iman yang besar itu bukanlah mereka yang mencapai kesuksesan, kesejahteraan, dan kekuasaan dalam kehidupan yang sementara ini, tetapi yang memperlakukan hidup sebagai penugasan sementara dan menjalaninya dengan setia hingga saatnya mereka dipanggil kembali ke negeri asal mereka, Sorga.

Bacaan Alkitab Setahun: Yeremia 26-27; Maz 75

 


Renungan harian lainnya