KEMULIAAN HANYA MILIK TUHAN

KEMULIAAN HANYA MILIK TUHAN

Bacaan: Yehezkiel 27:1-36

 

Kunci Sukses:
Tetap merendah, walau TUHAN sudah angkat hidup kita

Memperdalam Akar Iman:
Hartamu, barangmu, daganganmu, anak kapalmu dan pelaut- pelautmu, tukang-tukangmu dan pedagang-pedagangmu dengan semua prajurit-prajuritmu yang ada padamu, ya, bersama seluruh penumpang-penumpangmu, terbenam dalam lautan pada hari tenggelammu.Yehezkiel 27:27

 

Pembacaan kita hari ini menceritakan tentang suatu kota yang makmur namun dihancurkan oleh TUHAN. Kota ini bernama Tirus, sebuah kota perdagangan strategis yang diperintah oleh seorang raja.

Bangsa Tirus menyembah dewa-dewi Kanaan, termasuk menyembah Allah Israel yang oleh bangsa- bangsa di Tanah Kanaan dianggap sebagai dewa yang paling tinggi. Kepiawaian mereka dalam berdagang membuat kota tersebut amat makmur. Sayangnya, kemakmuran itu membuat mereka menjadi sombong (28:5), bahkan raja mereka menganggap diri mereka sebagai Allah atau sebagai yang mewakili Allah. Kesombongan itu membuat Allah menjatuhkan hukuman.

Bagi kita yang hidup pada masa kini, kisah penghukuman terhadap bangsa Tirus ini merupakan peringatan agar kita tidak menjadi sombong, apalagi menempatkan diri dalam posisi Allah yang sanggup menentukan segala sesuatu.

Memang, siapapun tidak mau dibilang sombong dan kalaupun demikian, ia tidak mau mengakuinya. Biarlah ini menjadi perenungan bagi kita masing-masing untuk menyelidiki hati kita sendiri-sendiri.

Ingatlah bahwa kesombongan akan membuat kita berhadapan langsung dengan TUHAN, sang pencipta. IA tidak mau berbagi tempat kemuliaan dengan hasil ciptaan-Nya, IA harus tetap menjadi arah sembahan dan hormat kita.

”Percayalah kepada TUHAN dengan segenap hatimu, dan janganlah bersandar kepada pengertianmu sendiri. Akuilah Dia dalam segala lakumu, maka Ia akan meluruskan jalanmu.”(amsal 3:5-6)

Tetap merendah, walau TUHAN sudah angkat hidup kita. Biarlah Kemuliaan hanya bagi namaNYA. Amin. TUHAN Yesus memberkati

 

Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 29-30; Markus 15

****


Renungan harian lainnya