KELUARGA SANGATLAH BERHARGA

Bacaan: Amsal 17:6; Mazmur 128
Kunci Sukses:
Rencana Allah melalui keluarga–keluarga akan merepresentasikan karakter Allah dalam kasih, kesetiaan, tanggung jawab, dan kekudusan serta berkat bagi generasi demi generasi.
Memperdalam Akar Iman:
“Mahkota orang–orang tua adalah anak cucu dan kehormatan anak–anak ialah orang tua mereka.” (Amsal 17:6)
Saat ini, semakin berat untuk membangun dan mempertahankan keluarga yang utuh, kuat dan bahagia. Terbukti dengan berita–berita yang ada di media sosial, tentang meningkatnya kasus–kasus perceraian dan kekerasan dalam rumah tangga serta perselingkuhan. Hal ini berdampak pada beberapa anak–anak muda yang merasa takut terhadap bentuk ikatan pernikahan setelah menyaksikan orang tua mereka yang saling bertengkar dengan keras dan penuh kata–kata kasar, saling memaki bahkan sudah menyerang secara fisik. Banyak anak muda yang mulai mempertimbangkan alternatif hubungan hidup bersama tanpa ikatan pernikahan. Yang membuat miris adalah alternatif hubungan antar sesama jenis.
Iblis melalui filosofi dunia ini mencoba membelokkan rencana Allah yang agung dan mulia untuk keluarga–keluarga demi menghadirkan Sorga di bumi. Tapi percayalah, rencana Allah tidak bisa digagalkan oleh siapa pun. Rencana Allah melalui keluarga–keluarga akan merepresentasikan karakter Allah dalam kasih, kesetiaan, tanggung jawab, dan kekudusan serta berkat bagi generasi demi generasi.
Pernikahan yang dilandasi kovenan ilahi akan menghasilkan pernikahan yang kuat, sehingga menghasilkan keluarga yang kuat dan harmonis. Memang tidak ada keluarga yang sempurna dan ideal di tengah dunia yang penuh dosa ini, yang penuh dengan hawa nafsu, penuh kekerasan, penuh keegoisan, penuh iri dengki, dsb. Tetapi sebagai keluarga Kristen yang dibangun di atas fondasi Firman, tentu tidak akan mengandalkan kekuatan manusia melainkan mengandalkan anugerah Tuhan dan hikmat Roh Kudus. Dalam keluarga Kristen yang hormat dan takut akan Tuhan, akan mengembangkan prinsip- prinsip Alkitabiah dalam membangun keluarganya. Suami akan mengasihi istrinya dan istri menghormati suaminya; orang tua akan mengasihi dan mendidik anak–anaknya dengan penuh tanggung jawab; serta anak–anak yang menghormati orang tuanya. Keluarga yang kuat dan harmonis akan berdampak bagi gereja, menjadi gereja yang kuat. Bila gereja kuat, hal itu akan berdampak pada masyarakat yang penuh kesatuan dan harmonis. Amin.
Bacaan Alkitab Setahun: Yosua 2-4; Kisah Para Rasul 16-17
Renungan harian lainnya

BERSYUKUR UNTUK DARAH PERJANJIAN
May 30, 2026

JANGAN HIDUP DALAM KEKUATIRAN
May 29, 2026

PENYEMBAHAN
May 28, 2026


