Kehendak Tuhan

Kehendak Tuhan

Bacaan: Yohanes 14:15-31

Kunci sukses:
Tanpa ketaatan melakukan kehendak Tuhan kekristenan kita tidak ada artinya.

Memperdalam akar iman:
“…Jika seorang mengasihi Aku, ia akan menuruti firman-Ku…” Yohanes 14:23

 

Ketika kita mengasihi seseorang atau pasangan kita, segala cara akan kita tempuh untuk memenuhi setiap keinginan dan kehendak orang yang kita cintai. Atas dasar inilah segala sesuatu tidak ada yang dirasa berat, bahkan kita akan rela mengorbankan apa saja. Begitu juga jika kita sungguh-sungguh mengasihi Tuhan kita akan melakukan apa pun yang menjadi kehendak-Nya. Seringkali kita begitu mudah berkata, “Aku mengasihi Tuhan!” Namun kita tidak mau melakukan kehendak-Nya dengan alasan bahwa kehendak Tuhan itu sangat berat. “Sebab inilah kasih kepada Allah, yaitu, bahwa kita menuruti perintah-perintah-Nya. Perintah-perintah-Nya itu tidak berat, sebab semua yang lahir dari Allah, mengalahkan dunia.” (1 Yoh 5:3-4a). Dengan kekuatan sendiri memang kita tidak akan mampu melakukan kehendak Tuhan dengan sempurna.  Bukankah di dalam diri orang percaya ada Roh kudus? “…yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran;” (Yoh 16:13). 

Tujuan kehendak Tuhan sesungguhnya semata-mata untuk kebaikan kita. Tidak ada satu pun yang merugikan, apalagi mencelakai kita. Seringkali kita beranggapan bahwa kehendak Tuhan bertujuan mengekang dan membatasi kebebasan kita. Padahal Tuhan memberikan ‘rambu-rambu’ atau aturan-aturan justru untuk memberkati dan melindungi kita dari hal-hal yang jahat. Ketika kita taat melakukan kehendak Tuhan ada banyak keuntungan dan berkat yang tersedia bagi kita. Jadi tidak ada kata rugi atau sia-sia! Itulah sebabnya Daud berkata,  “aku suka melakukan kehendak-Mu, ya Allahku; Taurat-Mu ada dalam dadaku.” (Mazmur 40:9). Karena itu kita harus punya banyak waktu bersekutu dengan Tuhan supaya kita dapat mengerti kehendak Tuhan.

Banyak orang Kristen membuang waktu mereka untuk hal-hal yang tak berfaedah. Firman Tuhan mengingatkan, “…perhatikanlah dengan saksama, bagaimana kamu hidup, janganlah seperti orang bebal, tetapi seperti orang arif, dan pergunakanlah waktu yang ada, karena hari-hari ini adalah jahat.” (Ef 5:15-16). Perhatikanlah Maria yang lebih memilih “…duduk dekat kaki Tuhan dan terus mendengarkan perkataan-Nya,” (Luk 10:39b), itu adalah langkah awal mencari kehendak Tuhan.

Bacaan Alkitab Setahun: Yeh 44-45; Mazmur 115


Renungan harian lainnya