KASIH YANG MENEGUR

KASIH YANG MENEGUR

Bacaan: Daniel 4:19-27

 

Kunci Sukses:
Marilah kita meminta hikmat dan keberanian kepada Allah supaya kita dapat menegur dalam kasih

Memperdalam Akar Iman:
Betapa besarnya tanda-tanda-Nya dan betapa hebatnya mujizat-mujizat-Nya! Kerajaan-Nya adalah kerajaan yang kekal dan pemerintahan-Nya turun-temurun! Daniel 4:3

 

Tidak ada seorang pun yang suka ditegur, apalagi orang yang selalu merasa dirinya hebat. Namun, dalam kasih, kita harus berani mengambil risiko untuk menegur orang-orang atas kesalahan ataupun dosa yang mereka perbuat. Ketika mendengar apa yang dikatakan Raja Nebukadnezar tentang mimpinya, Daniel tercengang beberapa saat dan hatinya menjadi gelisah (ay. 19). Kemudian, Daniel memberitahukan arti mimpi itu.

Mimpi itu adalah tentang Raja Nebukadnezar sendiri yang akan dihukum dengan dihalau dari antara manusia dan nanti ia akan tinggal bersama dengan binatang di padang. Ia akan diberi makan rumput seperti lembu dan dibasahi dengan embun dari langit (ay. 20-25a). Semua peristiwa itu akan berlangsung selama tujuh tahun sampai ia sadar bahwa semua yang ia miliki berasal dari Yang Mahatinggi (ay. 25b). Namun, nantinya kerajaannya akan dikembalikan lagi kepadanya setelah ia mau mengakui bahwa “Sorgalah yang mempunyai kekuasaan” (ay. 26).

Tak hanya menjelaskan arti mimpi, Daniel juga meminta raja untuk melepaskan dirinya dari dosa dengan melakukan keadilan, dan menunjukkan belas kasihan kepada orang-orang yang tertindas supaya dia terhindar dari hukuman (ay. 27).

Sepertinya, Daniel sekarang mengasihi Raja Nebukadnezar sehingga hatinya gelisah atas peringatan serius yang ada di dalam mimpi tersebut. Karena itu, Daniel dengan serius menegur sang raja agar ia memerintah dengan keadilan dan belas kasihan, bukan kesombongan. Apa yang dilakukan Daniel tentu sangat berisiko karena raja besar seperti Nebukadnezar tidak akan segan untuk membunuh orang-orang bijak yang membuatnya marah (lih. Dan 2:12). Namun, demi kasihnya kepada sang raja, Daniel mengambil risiko tersebut.

Dalam kasih yang sama, kita juga harus berani menegur sesama, bahkan orang yang sangat berkuasa sekalipun. Marilah kita meminta hikmat dan keberanian kepada Allah supaya kita dapat menegur dalam kasih, bukan kesombongan; agar melalui perkataan kita, mereka dapat menerima peringatan Allah dan bertobat. Tuhan berkati.

 

Bacaan Alkitab Setahun: Yehezkiel 27-28; Mazmur 106

****


Renungan harian lainnya

JERAT
JERAT

December 07, 2023