ROTI YANG TURUN DARI SORGA

ROTI YANG TURUN DARI SORGA

Bacaan: Yohanes 6:25-59

Kunci Sukses:
Solusi untuk lapar jiwa kita tidak bisa kita produksi sendiri. Motivasi, self-healing, liburan, prestasi itu adalah “roti bumi”. Yang kita butuh adalah Roti yang dikirim Bapa langsung dari Sorga.

Memperdalam Akar Iman:
“Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya. Dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.” (Yohanes 6:51)

Yohanes 6:35, “Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi.”

Pada perikop sebelum ayat nats ini, Tuhan Yesus baru saja memberi makan lima ribu orang dengan lima roti dan dua ikan. Dan apa yang terjadi selanjutnya, orang-orang datang lagi mencari Dia, tetapi bukan untuk menjadi murid melainkan untuk mujizat roti gratis. Tentu Tuhan menegur mereka. Dan itu menjadi pesan untuk setiap kita bahwa carilah Tuhan lebih dari berkat-Nya.

Dari nats di atas, ada 3 hal penting yang harus kita mengerti:

  1. Roti yang turun dari Sorga. Orang Yahudi meminta tanda seperti manna. Manna itu turun setiap pagi, cukup untuk 2 juta orang selama 40 tahun. Tetapi Yesus berkata: “Akulah Manna (Roti hidup) yang turun dari langit.” Tuhan Yesus turun dari Sorga, memberikan hidup kekal dan sekali untuk selamanya. Artinya: Solusi untuk lapar jiwa kita tidak bisa kita produksi sendiri. Motivasi, self-healing, liburan, prestasi itu adalah “roti bumi”. Yang kita butuh adalah Roti yang dikirim Bapa langsung dari Sorga.
  2. Makan Roti Sorgawi. “Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya.” Makanan tidak berguna jika hanya dipajang. Makanan harus dikunyah, ditelan lalu menjadi bagian dari tubuh. Yesus tidak cukup dikagumi. Dia harus diterima dengan iman sampai menyatu dengan hidup kita. Cek hati kita: Apakah kita menaruh Tuhan Yesus di rak sebagai hiasan, atau kita “makan” tiap hari lewat Firman, doa, dan ketaatan.
  3. Roti yang tidak bisa dibayar dengan uang. “Dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia.” Roti Hidup ini tidak gratis. Harganya tubuh Kristus yang dipecah-pecahkan dan darah yang tercurah. Kita bisa hidup karena Dia mati. Kita bisa sembuh karena Dia dihancurkan (Yesaya 53:5). Setiap kali kita merasa tidak berharga, ingat: Harga Hidup kita adalah nyawa Anak Allah. Amin.

Happy Sunday!

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-Raja 9-10; Galatia 3


Renungan harian lainnya