KARUNIA ROHANI YANG SPESIFIK

KARUNIA ROHANI YANG SPESIFIK

Bacaan: Roma 12:3

 

Kunci Sukses:
Tanggung jawab kita adalah memaksimalkan karunia yang spesifik yang diberikan Tuhan kemudian melalui karunia tersebut kita memberkati orang lain.

Memperdalam Akar Iman:
“Berdasarkan kasih karunia yang dianugerahkan kepadaku, aku berkata kepada setiap orang di antara kamu: Janganlah kamu memikirkan hal-hal yang lebih tinggi dari pada yang patut kamu pikirkan, tetapi hendaklah kamu berpikir begitu rupa, sehingga kamu menguasai diri menurut ukuran iman, yang dikaruniakan Allah kepada kamu masing-masing.” (Roma 12:3)

 

Konteks nats Firman Tuhan tentang ukuran iman yang dikaruniakan Allah kepada kita adalah tentang satu tubuh yang mempunyai banyak anggota, yang menjelaskan bahwa mata punya peran tersendiri tidak bisa melakukan tugas yang hanya bisa dilaksanakan oleh tangan, demikian pula kaki tidak bisa menggantikan tugas yang hanya bisa dilakukan oleh telinga.Setiap anak-anak Tuhan pasti telah diberikan karunia rohani tertentu disertai ukuran iman tertentu, sehingga tugas dan panggilan setiap anak Tuhan adalah menemukan karunianya beserta ukuran imannya kemudian mengembangkan sampai maksimal.

Seorang pemuda Kristen yang tulus mengasihi Tuhan dan rindu untuk melayani di sebuah gereja lokal, memperhatikan bahwa setiap kali pemimpin pujian di gerejanya sedang memimpin ibadah, atmosfir hadirat Tuhan menguasai jemaat yang sedang beribadah. Akhirnya, pemuda tersebut yang telah lima tahun menjadi jemaat segera mendaftarkan diri untuk melayani Tuhan di gereja sebagai pemimpin pujian, karena ia rindu menyenangkan hati Tuhan. Singkat cerita, pemuda tersebut mendapat kesempatan pertama kali untuk melayani sebagai pemimpin pujian dalam ibadah pemuda, pemuda tersebut telah berpuasa total tidak makan tiga hari sebelumnya supaya penuh urapan Roh Kudus. Ketika tiba saatnya memimpin pujian dalam ibadah, pemuda tersebut begitu tegang dan gugup ditambah lemas karena tiga hari puasa, mengakibatkan nada setiap lagu tidak tepat membuat setiap lagu yang dinyanyikannya terdengar sumbang. Puncaknya ketika lagu terakhir sebelum hamba Tuhan berkhotbah, pemusik telah memberikan intro suatu lagu namun sang pemimpin pujian menyanyikan lagu yang lain, akibatnya ibadah hari itu menjadi agak kacau. Setelah kejadian dalam ibadah itu, sang pemuda mendapat nasihat disertai dorongan dari gembala beserta teman-teman pemuda, bahwa ia memiliki talenta dan karunia administrasi serta kemampuan teknologi digital yang mumpuni.

Kita belajar bahwa Tuhan telah mengaruniakan kepada kita talenta dan karunia rohani yang spesifik; tidak perlu iri hati terhadap saudara-saudara yang lain bila mereka sangat menonjol di suatu bidang karunia atau berusaha meniru-niru karunia orang lain. Tanggung jawab kita adalah memaksimalkan karunia yang spesifik yang diberikan Tuhan kemudian melalui karunia tersebut kita memberkati orang lain.

 

Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 4–6; Lukas 21–22


Renungan harian lainnya