HIDUP DALAM KEKUDUSAN DAN KASIH

HIDUP DALAM KEKUDUSAN DAN KASIH

Bacaan: Imamat 19

 

Kunci Sukses:
Tuhan menginginkan adanya kasih di antara umat.

Memperdalam Akar Iman:
Berbicaralah kepada segenap jemaah Israel dan katakan kepada mereka: “Kuduslah kamu, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, kudus.” Imamat 19:2

 

Sungguh luar biasa kasih Tuhan terhadap Israel! Dia memberi peraturan yang sangat rinci kepada umat Israel tentang hubungan manusia dengan Tuhan dan sesamanya. Peraturan ini dibuat agar kehidupan manusia dapat berjalan dengan harmonis. Segala peraturan yang sangat banyak itu bertujuan untuk mengatur hubungan sosial antar penduduk yang akan tinggal di tanah perjanjian. Kalau diringkas, pada intinya Tuhan menghendaki manusia saling mengasihi.

Hukum yang disebut sebagai Hukum Kesucian ini berfungsi untuk menciptakan keteraturan, agar umat hidup dalam kasih. Misalnya, relasi seorang pria dan budak perempuan yang bertunangan dengan orang lain. Selain ada hukuman untuk pelanggaran moral tersebut, ada juga perlindungan untuk budak perempuannya. Demikian juga untuk berbagai relasi lain dalam hidup sehari-hari. Dengan demikian, setiap pelanggaran akan mengganggu keteraturan tersebut, sehingga umat tidak lagi hidup saling mengasihi. 

Tuhan menginginkan agar umat-Nya melaksanakan hukum ini dengan kesadaran diri. Maka dipakailah kata “hendaklah kamu”, agar memiliki dampak yang baik di tengah umat, dan bukan atas dasar paksaan. Sekali lagi, penegasan pentingnya berproses menjadi kudus dalam segala aspek ini ditegaskan dengan frasa, “Akulah Tuhan!” Berproses menjadi kudus bukan berarti menerapkan hukum hanya secara harfiah. Tuhan menginginkan adanya kasih di antara umat. Untuk itu ciptakanlah hal itu di dalam gereja, keluarga, tempat kerja, atas dasar kasih kita kepada Tuhan Yang Mahakudus yang mengasihi umat-Nya. Amin

 

Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 14-15; Markus 7


Renungan harian lainnya