HARTA ATAU KEBENARAN?

HARTA ATAU KEBENARAN?

Bacaan: Amsal 11:1-15 

 

Kunci Sukses:
Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak menambahinya.

Memperdalam Akar Iman:
Jalan orang saleh diratakan oleh kebenarannya, tetapi orang fasik jatuh karena kefasikannya. Jalan orang saleh diratakan oleh kebenarannya, tetapi orang fasik jatuh karena kefasikannya. Amsal 11:5

 

Ada lagu Sekolah Minggu yang liriknya: “Apa yang dicari orang? Uang. Apa yang dicari orang siang malam pagi petang? Uang. Uang, bukan kes’lamatan, bukan Yesus.” Lagu itu mengingatkan kita bahwa banyak orang lebih memprioritaskan harta benda daripada nyawa, kebahagiaan sejati, atau bahkan keselamatan.

Dalam Amsal tertulis, “Pada hari kemurkaan harta tidak berguna, tetapi kebenaran melepaskan orang dari maut” (ayat 4). Kebenaran itu jauh lebih penting daripada harta. Banyak orang berpikir bahwa sumber kebahagiaan adalah harta, padahal harta hanyalah salah satu sarana. Demi harta, orang bisa menghalalkan segala cara, berlaku tidak jujur sehingga merusak kehidupan dan persaudaraan. Mereka kurang menyadari bahwa kejujuran bisa menolong mereka karena ada kebenaran di dalamnya (ayat 6).

Ada banyak pasangan dan anak yang kesepian dan tidak bahagia karena suami, istri, atau orang tuanya sibuk bekerja mengejar harta. Bahkan, ada anak-anak yang terjerat narkoba dan pergaulan tidak baik karena merasa diabaikan oleh orang tua mereka. Sementara itu, orang tua tidak menyadari bahwa mereka telah salah memilih prioritas hidup. Mereka terjebak dalam rutinitas yang kadang tidak disadari telah merusak keluarga, bahkan dirinya sendiri.

Saat ini kita diingatkan untuk menyadari semua itu dan menentukan pilihan kita: harta atau kebenaran? Orang bisa bahagia bukan karena harta, tetapi karena kebenaran. Ada pun kebenaran diperoleh dari iman kepada Tuhan Yesus dan dari firman-Nya. Dari iman, kita percaya kepada Tuhan Yesus Sang Jalan dan Kebenaran dan Hidup (lih. Yoh 14:6). Dalam iman ada tuntunan Roh Kudus yang menolong kita memilih dan menetapkan pilihan-pilihan yang benar, yaitu pilihan yang diperkenan Tuhan. Dalam pengetahuan akan firman Tuhan, jalan-jalan hidup kita akan menjadi terang.

Mari kita bersyukur karena memiliki dan dimiliki Tuhan Yesus, apa pun kondisi hidup kita kini, miskin ataupun kaya. Berkat Tuhanlah yang menjadikan kaya, susah payah tidak menambahinya. Teruslah memprioritaskan dan melakukan kebenaran! Amin

 

Bacaan Alkitab Setahun: Pengkhotbah 12; Kidung Agung 1; Mazmur 22

 


Renungan harian lainnya