HARAPAN DI TENGAH KETIDAKPASTIAN

Bacaan: Yeremia 29:11
Kunci Sukses:
Tuhan tidak minta kita kuat sendiri, tetapi Dia meminta untuk memegang setiap janji-Nya dalam hidup kita, karena harapan di dalam Tuhan itu adalah jangkar bagi jiwa kita.
Memperdalam Akar Iman:
“Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah Firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan.” (Yeremia 29:11)
“Sebab itu janganlah kamu kuatir tentang hari besok, karena hari besok mempunyai kesusahannya sendiri. Kesusahan sehari cukuplah untuk sehari.” (Matius 6:34)
Kita hidup di tahun yang tidak mudah, tahun yang penuh ketidakpastian: berita perang, PHK, kenaikan harga, pekerjaan yang tidak stabil dan banyak kasus lainnya. Tapi, justru di tengah ketidakpastian inilah iman kita sedang diuji. Bukan soal “apakah kita bisa bebas dari masalah yang ada” melainkan “apakah kita tetap punya pengharapan walau masalah datang”.
Alkitab tidak pernah mengatakan bahwa menjadi orang percaya / orang Kristen, maka hidup otomatis penuh damai sejahtera, tenang dan selalu diberkati. Tuhan Yesus sendiri di Taman Getsemani pernah merasakan kecemasan luar biasa yang membuat peluh-Nya seperti darah ketika akan menghadapi penyiksaan dan penyaliban. Sehingga jika kita masih bisa merasa cemas atau kuatir, maka itu hal yang normal, asalkan kita tidak tinggal dan tenggelam dalam perasaan tersebut.
Pengharapan dalam kekristenan berbeda dengan dunia ini. Dunia berkata “semoga besok semua sudah terkendali”, tetapi iman Kristen berkata “walaupun besok masih berantakan, tetap percaya Tuhan sedang bekerja”. Yusuf dijual saudaranya, difitnah, dimasukkan ke dalam penjara. Selama 13 tahun itu, seperti tidak ada hal baik yang terjadi. Namun, pada akhirnya Yusuf mengakui bahwa “memang kamu telah mereka-rekakan yang jahat terhadap aku, tetapi Allah telah mereka-rekakannya untuk kebaikan” (Kejadian 50:20).
Oleh karena itu, harapan bukan soal menunggu masalah selesai dulu baru menjadi tenang, melainkan percaya kepada Pribadi yang memegang masalah itu. Tuhan tidak minta kita kuat sendiri, tetapi Dia meminta untuk memegang setiap janji-Nya dalam hidup kita, karena harapan di dalam Tuhan itu adalah jangkar bagi jiwa kita. Semua bisa goyang dan goncang, tetapi janji Tuhan dan Firman-Nya tetap untuk selama-lamanya. Amin.
Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-Raja 15-16; Galatia 6
Renungan harian lainnya

SADAR AKAN KEHADIRAN ROH KUDUS
May 26, 2026

KASIH-NYA TIDAK PERNAH BERKURANG
May 25, 2026

ROTI YANG TURUN DARI SORGA
May 24, 2026


