BERUBAH LEBIH BAIK

BERUBAH LEBIH BAIK

Bacaan: 1 Korintus 3:10-23

 

Kunci Sukses:
Perihal berubah tentulah dari pihak kita ada kemauan untuk terus dipimpin Roh Kudus  setiap hari.

Memperdalam Akar Iman:
Janganlah ada orang yang menipu dirinya sendiri. Jika ada di antara kamu  yang menyangka dirinya berhikmat menurut dunia ini, biarlah ia menjadi bodoh, supaya ia berhikmat. 1  Korintus 3:18

 

Menjadi serupa dengan Kristus adalah sasaran utama kehidupan orang percaya. Namun bagaimana kita  mencapai sasaran tersebut bila grafik kualitas hidup kita tidak menunjukkan suatu peningkatan? Untuk  mencapai tingkat serupa dengan Kristus kita harus mau berubah yaitu ke arah yang positif.  

Apa yang harus kita lakukan supaya hidup kita semakin hari semakin berubah ke arah yang lebih  baik? Hal pertama adalah mengevaluasi diri. Salah satu unsur utama evaluasi diri adalah  kejujuran. Kendala terbesar penghambat evaluasi atau koreksi adalah keakuan yang besar,  kesombongan, gengsi, kenyamanan dan keengganan mengalami perubahan itu sendiri. Karena itu  diperlukan kerendahan hati dan juga kerelaan membayar harga. 

Kalau di waktu-waktu lalu kita gagal karena mengandalkan kekuatan sendiri, maka hari ini dan esok kita  harus belajar mengandalkan Tuhan dan melibatkan Dia dalam segala perkara. Kalau kemarin kita  bermalas-malasan beribadah dan melayani Tuhan, sekarang “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor,  biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.” (Roma 12:11); kalau dulu fokus hidup kita semata mata untuk kepentingan diri sendiri, sekarang kita harus bertekad supaya bisa menjadi berkat bagi  orang lain sehingga kita semakin disukai Tuhan dan juga manusia, seperti Samuel; kalau dulu dalam  melakukan segala sesuatu selalu terbersit motivasi tidak benar yaitu mencari pujian dan hormat bagi diri  sendiri, segeralah minta ampun kepada Tuhan, dan mulai sekarang kita harus punya tekad seperti  Yohanes Pembaptis: “Ia (Yesus) harus makin besar, tetapi aku harus makin kecil.” (Yohanes 3:30); jika  kemarin kita tak mampu mengekang lidah untuk tidak mengomel dan bersungut-sungut, mulai hari ini  kita bertekad memfungsikan lidah sesuai firman Tuhan yaitu penuh ucapan syukur, bersaksi dan  memberitakan Injil. Perihal berubah tentulah dari pihak kita ada kemauan untuk terus dipimpin Roh  Kudus setiap hari.

 

Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 7:79-89, 8; Yohanes 1

****


Renungan harian lainnya