BERKAT DAMAI SEJAHTERA

BERKAT DAMAI SEJAHTERA

Bacaan: Yesaya 54:1-17

 

Kunci Sukses:
Damai yang sejati hanya bisa kita temukan dalam Allah yang menjadi sumber damai sejahtera.

 

Memperdalam Akar Iman:
Sebab biarpun gunung-gunung beranjak dan bukit-bukit bergoyang, tetapi kasih setia-Ku tidak akan beranjak dari padamu dan perjanjian damai-Ku tidak akan bergoyang, firman TUHAN, yang mengasihani engkau. Yesaya 54:10

 

Dalam situasi terjepit dan diterpa berbagai permasalahan hidup, kebanyakan orang menjalani hari-harinya tanpa semangat, penuh kemurungan, takut, cemas dan kuatir. Damai sejahtera di hati pun jadi hilang! Sebagai orang percaya tak seharusnya kita kehilangan damai sejahtera sekalipun harus mengalami pergumulan hidup yang berat, sebab kita punya Tuhan, yang adalah Sang Raja Damai (Yesaya 9:5), Dialah sumber damai sejahtera kita. Damai sejahtera yang sejati tak kita dapatkan dari dunia atau pun dari hal-hal materi, melainkan hanya didapatkan oleh mereka yang telah dipulihkan hubungannya dengan Bapa melalui kelahiran baru di dalam Kristus.

Damai sejahtera adalah salah satu berkat rohani dari sorga yang Tuhan sediakan bagi orang percaya, sebagaimana yang Tuhan janjikan, “Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu.” (Yohanes 14:27). Maka dari itu bila seseorang ingin memiliki damai sejahtera, cukup datang kepada Kristus dan menerima Dia di dalam hatinya, maka damai sejahtera itu akan Tuhan berikan. Damai sejahtera yang sejati itu pemberian dari Tuhan: “TUHAN kiranya memberikan kekuatan kepada umat-Nya, TUHAN kiranya memberkati umat-Nya dengan sejahtera!” (Mazmur 29:11). Jadi, bukanlah hal yang mustahil orang percaya mengalami damai sejahtera, sekalipun berada di tengah dunia yang penuh pergumulan.

Iblis takkan dapat mengambil satupun berkat Tuhan dari hidup kita atau merampas damai sejahtera di dalam hati kita selama kita tinggal dekat Tuhan dan mentaati firman-Nya. Sebaliknya, Iblis akan dengan mudah mencuri damai sejahtera itu, ketika kita mulai berjalan menyimpang dari jalan-jalan Tuhan dan menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah/hadirat Tuhan (Ibrani 10:25), sebab hanya orang-orang yang teguh hatinya melekat kepada Tuhan dan firman-Nya yang beroleh damai sejahtera. “Yang hatinya teguh Kau jagai dengan damai sejahtera, sebab kepada-Mulah ia percaya.” Yesaya 26:3. Amin.

 

Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 29-30; Wahyu 14

***


Renungan harian lainnya