BERDAMAI DENGAN SESAMA

BERDAMAI DENGAN SESAMA

Bacaan: Roma 12:9-21

 

Kunci Sukses:
Hanya ada satu pembawa damai, yaitu Yesus Kristus Raja Damai.

Memperdalam Akar Iman:
Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! Roma 12:17

 

Kita pasti mencari kedamaian dalam hubungan. Cara termudah untuk memiliki damai adalah dengan berdamai dengan Allah dan memiliki damai-Nya. Hal tersebut membawa kita untuk melihat sesuatu dari sudut pandang ilahi yang terwujud pada hubungan di dunia ini.

Akan tetapi, kita tidak selalu punya sudut pandang itu, kan? Terkadang damai kita hilang ketika kita bersikeras dan tidak mau mencari jalan tengah dengan orang lain. Kita merasa pendapat kita adalah yang terbaik. Penyebab lain kita tidak memiliki damai adalah karena kita tidak ingin seseorang yang telah menyakiti kita mendapatkan sesuatu yang baik. Kita tidak ingin mereka bertumbuh, kita ingin mereka gagal.

Tetapi kita bisa belajar bagaimana untuk hidup berdamai dengan orang lain. Berikut beberapa ayat Alkitab yang akan membantu:

Berkatilah siapa yang menganiaya kamu, berkatilah dan jangan mengutuk! (Roma 12:14).

Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang! (Roma 12:17). dan janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan, atau caci maki dengan caci maki, tetapi sebaliknya, hendaklah kamu memberkati, (1 Petrus 3:9).

Bahkan ketika kita memberkati orang yang menganiaya pun, tidak membalas kejahatan dengan kejahatan, belum tentu tercapai kata damai. Mengapa? karena manusia hanyalah manusia biasa yang masih sering gagal, dan tidak sempurna, tidak peduli seberapa keras kita mencoba. Tidak semua hubungan bisa dipertahankan, tetapi mari pastikan kita sudah melakukan apa yang menjadi bagian kita.

Mari mengasihi dan lemah lembut kepada orang lain.

Mari harapkan hal terbaik terjadi bagi orang lain.

Mari pertimbangan opini dari sudut pandang orang lain.

Mari meminta maaf ketika dibutuhkan untuk memperbaiki sesuatu yang salah.

Mari berdoa agar Tuhan bekerja di dalam kita dan mereka.

Dan mari mengingat bahwa musuh kita bukan manusia. Kita memiliki musuh di alam roh yang suka ketika kita bermusuhan dengan sesama. Jika kita menyalahkan manusia, keadaan, atau pergumulan karena depresi dan kekurangan damai sejahtera yang kita alami, berarti secara tidak sadar kita memberi kontrol hidup kita kepada mereka. Janganlah kita memberikan kontrol semacam itu kepada siapapun dan apapun. Hanya ada satu pembawa damai, yaitu Yesus Kristus Raja Damai. Amin

 

Bacaan Alkitab Setahun: Keluaran 9-10; Markus 4

****


Renungan harian lainnya