Benih

Benih

Bacaan: Matius 13:1-23

Kunci sukses:
Masalah utama bukanlah pada benihnya, melainkan jenis tanahnya, demikianlah tanah hati kita sangat menentukan seberapa banyak panen yang akan dituai.

Memperdalam akar iman:
“Kepada setiap orang yang mendengar firman tentang Kerajaan Sorga, tetapi tidak mengertinya, datanglah si jahat dan merampas yang ditaburkan dalam hati orang itu; itulah benih yang ditaburkan di pinggir jalan.” Matius 13:19

 

Bila kita menanam atau menabur biji jeruk di tanah yang sudah dikelola maka kelak kita pasti akan menuai buah jeruk juga. Seberapa baik dan seberapa banyak buah jeruk yang akan kita dapat tergantung seperti apa kita mengelola tanah tersebut dari sebelum biji jeruk ditanam hingga tunas tersebut muncul dan terus bertumbuh menjadi suatu pohon. 

Tanah seringkali dijadikan ilustrasi oleh Tuhan Yesus untuk menggambarkan hati manusia. Sebagaimana tanah memiliki potensi untuk menerima benih atau biji tanaman maka hati manusia diciptakan TUHAN memiliki potensi untuk menerima perkataan TUHAN. Tentunya setiap orang mau hidup benar dan berkenan di hati TUHAN. Jika demikian maka kita pasti akan mengelola hati kita untuk terbuka terhadap kebenaran dan kasih-Nya, sebaliknya menolak serta membuang jauh ajaran dan prinsip yang tidak benar.

Namun seringkali manusia lebih menyukai kenyamanan dari kepercayaan/agama lamanya dan merasa dirinya sudah baik dan benar, sehingga mereka tidak bisa mengelola hatinya untuk percaya dan menerima kabar baik serta ajaran kebenaran yang bersumber dari Tuhan Yesus, Anak Tunggal Allah.

Seperti ayat di atas, banyak manusia cenderung tidak mengerti firman tentang Kerajaan Sorga, karena mereka memposisikan hatinya bukan sebagai ladang yang subur melainkan sebagai “hati di pinggir jalan”, dan karena hal itu membuat benih/biji tersebut dirampas burung.

Saat ini kita sedang berada di penghujung tahun dan setiap kita tentunya ingin menuai atau panen hal-hal yang baik dan berkenan. Namun pertanyaannya adakah benih yang tertanam di hati kita? Dan bila memang ada maka seperti apa jenis tanah hati kita.

Bacaan Alkitab Setahun: Hagai 1-2; Mazmur 140

**********

 


Renungan harian lainnya