BEKERJA DAN MENIKMATI HASIL

BEKERJA DAN MENIKMATI HASIL

Bacaan: Amsal 21:16-31

 

Kunci Sukses:
Hanya dengan memprioritaskan Allah dan orang lain, kita akan mampu meredam keinginan kita.

Memperdalam Akar Iman:
Si pemalas dibunuh oleh keinginannya, karena tangannya enggan bekerja. Amsal 21:25

 

Bagi pengamsal, kebijaksanaan seseorang dapat terlihat dari bagaimana ia bekerja dan menikmati hasil kerja. Seorang yang bijak adalah seorang yang menghasilkan sesuatu dalam hidupnya. Sebaliknya, seorang pemalas ialah orang yang tidak memiliki keinginan untuk menghasilkan sesuatu di dalam dirinya. Ia bukan hanya tidak menghasilkan sesuatu, melainkan juga tidak memiliki keinginan untuk menghasilkan suatu karya. Pada akhirnya, kata pengamsal, si pemalas akan dibunuh oleh keinginannya tersebut (ayat 25).

Seorang yang bijak adalah seorang yang menggunakan hasil kerjanya dengan arif (ayat 17, 20). Ia tidak akan kekurangan dan akan menjadi kaya. Bahkan, ia akan memberi kepada orang lain (ayat 26). Sebaliknya, seorang bebal adalah orang yang suka bersenang-senang dan gemar berpesta pora. Ia hanya mengikuti keinginan nafsunya semata-mata sehingga dengan sekejap menghabiskan apa yang telah diperolehnya.

Kita kiranya menyadari bahwa manusia adalah makhluk pekerja. Kita diciptakan untuk melanjutkan karya penciptaan Allah di dunia. Itulah mengapa Ia menempatkan kita di Taman Eden untuk memelihara dan mengusahakan apa yang telah dimulai oleh-Nya. Jadi, hendaklah kita tidak mengembangkan kemalasan dalam diri kita. Sebaliknya, kita harus bekerja dengan keras. Sebab, hanya orang yang bekerja keras dan mencucurkan air mata yang akan menghasilkan suatu karya dan mendapat buah kerja yang memuaskan. Tidak ada jalan pintas untuk menghasilkan karya yang “abadi” (lih. 20:17, 21, 23).

Kita harus menyadari bahwa hasil karya tangan kita yang dihargai oleh orang lain harus dipergunakan dengan baik. Kita bisa saja menggunakan semua penghasilan untuk diri kita. Namun, ingatlah bahwa dalam setiap penghasilan kita, ada bagian Allah dan orang lain di dalamnya. Sebelum menggunakannya, kita perlu menyisihkan apa yang sesungguhnya adalah milik Allah dan juga menyisihkannya untuk menolong orang lain. Hanya dengan memprioritaskan Allah dan orang lain, kita akan mampu meredam keinginan kita. Tuhan memberkati.

 

Bacaan Alkitab Setahun: Yesaya 39-40; Mazmur 47

****


Renungan harian lainnya