KRISTUS MEMERDEKAKAN KITA

KRISTUS MEMERDEKAKAN KITA

Bacaan: Yohanes 8:30-37

Kunci Sukses:
Kemerdekaan sejati bukan berasal dari status darah atau keturunan, melainkan dari kuasa Anak Allah yang membebaskan manusia dari ikatan dosa.

Memperdalam Akar Iman:
“Supaya kita sungguh-sungguh merdeka, Kristus telah memerdekakan kita. Karena itu berdirilah teguh dan jangan mau lagi dikenakan kuk perhambaan.” (Galatia 5:1)

Kemerdekaan sejati bukan berasal dari status darah atau keturunan, melainkan dari kuasa Anak Allah yang membebaskan manusia dari ikatan dosa. Dalam Injil Yohanes 8:30-36, kita dapat melihat percakapan antara Yesus dan orang-orang Yahudi yang percaya kepada Yesus.

Dari percakapan tersebut kita dapat mempelajari 2 hal:

  1. Bagaimana untuk bisa benar-benar merdeka? Dalam Yohanes 8:31-33, Yesus memberikan langkah-langkah bagaimana seseorang dapat merdeka yang sebenarnya. Langkah-langkahnya adalah hidup dalam Firman, menjadi murid Tuhan dan tahu akan kebenaran yang memerdekakan. Ketika kita hidup merdeka di dalam Kristus, kita tidak lagi diperhamba oleh dosa (Galatia 5:1). Yesus menegaskan dalam ayat 34, bahwa sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa adalah hamba dosa bukan hamba kebenaran.
  2. Siapakah yang dapat benar-benar memerdekakan kita? Yohanes 8:36 berkata, “Jadi apabila Anak itu memerdekakan kamu, kamupun benar-benar merdeka.” Kemerdekaan yang sesungguhnya hanya Yesus yang dapat mengerjakannya, Anak Tunggal Allah yang memerdekakan orang-orang Yahudi yang percaya kepada-Nya, termasuk kita.

Marilah kita hidup dalam kebenaran-kebenaran-Nya dan menjadi murid-murid Yesus yang sejati. Karena Kebenaran itu sendirilah yang akan memerdekakan kita. Roma 6:17-18 berkata, “Tetapi syukurlah kepada Allah! Dahulu memang kamu hamba dosa, tetapi sekarang kamu dengan segenap hati telah mentaati pengajaran yang telah diteruskan kepadamu. Kamu telah dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran.” Amin.

Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 22-24; Wahyu 10-11


Renungan harian lainnya