DICIPTAKAN UNIK

Bacaan: Efesus 2:10
Kunci Sukses:
Miliki prinsip seorang penjunan yang tekun dan kreatif seperti Tuhan dalam memuridkan seorang anak Tuhan sampai karakter Kristus semakin nyata.
Memperdalam Akar Iman:
“Karena kita ini buatan Allah, diciptakan dalam Kristus Yesus untuk melakukan pekerjaan baik, yang dipersiapkan Allah sebelumnya. Ia mau supaya kita hidup di dalamnya.” (Efesus 2:10)
Setiap anak–anak Tuhan yang telah mengalami kelahiran baru di dalam Kristus pasti memiliki keunikannya masing–masing, sebab kita ini “buatan Allah” (Bahasa Yunani: Poiema, berarti karya seni dan mahakarya dari Allah). Itulah sebabnya, setiap anak Tuhan memiliki tujuan Ilahi dan tugas khusus yang dipersiapkan Allah sebelumnya, karena Allah sang Pencipta memang tidak pernah menciptakan secara asal–asalan atau seperti pabrik pembuat produk massal.
Dengan pengertian ini, setiap orang tua yang membesarkan anak–anak jasmani maupun setiap jemaat dan pelayan Tuhan yang sedang melatih dan memuridkan anak–anak rohani, perlu menyadari bahwa setiap anak–anak Tuhan adalah unik dan spesifik. Seperti seorang penjunan tanah liat yang sedang membentuk sebuah keramik, seringkali mendapati jenis tanah liat yang keras pada bagian tertentu juga terkadang mengalami keretakan dalam prosesnya, namun dengan kesabaran dan kreativitas, sang penjunan justru menghasilkan karya seni keramik yang indah dan unik. Dalam proses mendidik anak–anak jasmani maupun anak–anak rohani, perlu memiliki pola dan sikap seperti seorang penjunan yang berpengalaman, yaitu memandang setiap anak–anak Tuhan memiliki potensi dan talenta yang unik dan latar belakang kehidupan yang berbeda, tetapi ada rencana khusus yang Tuhan siapkan bagi mereka.
Oleh karena itu, apabila kita sedang membimbing seorang anak Tuhan yang “sulit dan keras hati” jangan langsung menyerah dan meninggalkan mereka, mungkin ada luka–luka hati dan kegagalan–kegagalan di bidang tertentu dalam kehidupannya. Hendaknya tetap sabar sambil berdoa meminta hikmat Roh Kudus untuk membimbingnya dan jangan mengandalkan pengalaman pembinaan sebelumnya karena setiap pribadi memiliki perbedaan. Dengan kekuatan anugerah Tuhan dalam memulihkan serta mendidik akan membuat seorang anak Tuhan yang dianggap rusak tanpa harapan, akhirnya mengalami pemulihan, bahkan semua potensi dan karunianya semakin berkembang menjadi sosok pribadi murid Kristus. Miliki prinsip seorang penjunan yang tekun dan kreatif seperti Tuhan dalam memuridkan seorang anak Tuhan sampai karakter Kristus semakin nyata. Amin.
Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 16-17; Wahyu 7
Renungan harian lainnya

KELUARGA HARMONIS DALAM KASIH KRISTUS
August 24, 2026

NUTRISI SEJATI UNTUK JIWA
August 23, 2026

JABATAN BUKAN IDENTITAS KITA
August 22, 2026


