MENGHINDARI KONFLIK

Bacaan: Bilangan 20:21
Kunci Sukses:
Kita harus mengikuti teladan Musa mencari jalan lain untuk memecahkan masalah kita, meskipun jalan itu lebih berat, lebih lama sehingga butuh kesabaran untuk melakukannya, namun selalu hidup damai itu adalah kehendak Tuhan bagi keluarga jasmani dan keluarga rohani.
Memperdalam Akar Iman:
“Janganlah membalas kejahatan dengan kejahatan; lakukanlah apa yang baik bagi semua orang. Sedapat-dapatnya kalau hal itu bergantung padamu, hiduplah dalam perdamaian dengan semua orang.” (Roma 12:17-18)
Dua kakak beradik menjadi nenek moyang dari dua bangsa. Bangsa Edom berasal dari Esau, bangsa Israel berasal dari Yakub; maka bangsa Edom adalah sanak keluarga dari bangsa Israrel. Israel mengirim pesan persaudaraan kepada Edom meminta jalan untuk melewati daerah mereka. Musa berusaha untuk berunding dan memberikan alasan kepada raja Edom bahwa orang Israel berjanji tidak akan merusak ladang-ladang, kebun-kebun anggur dan sumur-sumur mereka. Namun, orang-orang Edom menolak, karena mereka tidak mempercayai kata-kata orang Israel. Mereka takut jangan-jangan kelompok besar orang ini akan menyerang atau memakan habis hasil panen mereka bahkan siapa tahu berniat untuk merebut wilayah mereka.
Dalam kitab Bilangan 20:14-21 ketika tidak berhasil, Musa hanya mempunyai dua pilihan yaitu membuat konflik atau menghindari konflik. Musa mengetahui bahwa masih ada rintangan di hari-hari depan dan bulan-bulan ke depan. Tidak ada gunanya menambah satu lagi kesulitan yang tidak perlu. Ini adalah suatu teladan menghindari konflik.
Apakah kita bisa menghindari konflik? Sangat dapat, karena jalan konflik adalah sebuah pilihan dari kita. Memang terkadang, konflik tidak dapat dihindari. Namun, terkadang konflik tidak sebanding dengan akibatnya yang ditimbulkan. Peperangan terbuka mungkin kelihatannya bersifat heroik, penuh keberanian bahkan benar, namun itu tidak selalu merupakan pilihan yang terbaik. Kita harus mengikuti teladan Musa mencari jalan lain untuk memecahkan masalah kita, meskipun jalan itu lebih berat, lebih lama sehingga butuh kesabaran untuk melakukannya, namun selalu hidup damai itu adalah kehendak Tuhan bagi keluarga jasmani dan keluarga rohani. Amin.
Bacaan Alkitab Setahun: Ayub 3-4; Wahyu 1
Renungan harian lainnya

DI TENGAH PERGUMULAN HIDUP
July 27, 2026

SELALU RENDAH HATI
July 26, 2026

TETAP BAIK DAN TULUS HATI
July 25, 2026


