SUKACITA DI TENGAH UJIAN

SUKACITA DI TENGAH UJIAN

Bacaan: Yakobus 1:2-4

Kunci Sukses:
Setelah proses ada pertumbuhan, dan setelah kesetiaan ada kemenangan.

Memperdalam Akar Iman:
“Bersukacitalah dalam pengharapan, sabarlah dalam kesesakan, dan bertekunlah dalam doa!” (Roma 12:12)

Yakobus 1:2 berbunyi, “Saudara-saudaraku, anggaplah sebagai suatu kebahagiaan, apabila kamu jatuh ke dalam berbagai-bagai pencobaan.”

Ayat ini terdengar tidak biasa. Bagaimana mungkin pencobaan dianggap sebagai kebahagiaan? Secara manusia, ujian sering membuat kita lelah, kecewa, bahkan ingin menyerah. Tetapi Tuhan melihat ujian bukan sebagai alat penghancur, melainkan proses pembentukan.

Billy Graham berkata, “ketika dunia mengguncang kita, Tuhan senantiasa menopang kita.”

Emas dimurnikan lewat api. Demikian juga iman kita dimurnikan lewat proses hidup. Saat doa belum dijawab, keadaan belum berubah atau jalan terasa berat, justru di situlah Tuhan sedang melatih ketekunan dan kedewasaan rohani kita. Apakah kita tetap mengasihi Tuhan dengan sengenap hati dan segenap jiwa sekalipun belum menerima solusi untuk semua proses hidup kita?

Orang yang tidak pernah diuji biasanya mudah goyah. Tetapi orang yang tetap setia di tengah badai akan memiliki iman yang kuat dan karakter yang matang. Tuhan tidak pernah membiarkan air mata kita sia-sia. Oleh karena itu, jangan hanya bertanya, “Tuhan kenapa ini terjadi?” tetapi belajarlah berkata, “Tuhan, apa yang ingin Engkau bentuk melalui proses ini?” Percayalah, badai tidak akan selamanya. Setelah proses ada pertumbuhan, dan setelah kesetiaan ada kemenangan. Amin.

Bacaan Alkitab Setahun: 1 Raja-Raja 5-6; Galatia 1


Renungan harian lainnya