SENJATA KEBENARAN

SENJATA KEBENARAN

Bacaan: Roma 6:13

Kunci Sukses:
Menjadi senjata kebenaran berarti memberkati, bukan menyakiti, membangun kehidupan, bukan malah menghancurkan.

Memperdalam Akar Iman:
“Dan janganlah kamu menyerahkan anggota-anggota tubuhmu kepada dosa untuk dipakai sebagai senjata kelaliman, tetapi serahkanlah dirimu kepada Allah sebagai orang-orang, yang dahulu mati, tetapi yang sekarang hidup. Dan serahkanlah anggota-anggota tubuhmu kepada Allah untuk menjadi senjata-senjata kebenaran.” (Roma 6:13)

Pisau adalah perlengkapan mendasar yang dapat dipastikan selalu ada di setiap rumah. Tanpa pisau, hampir semua proses memasak menjadi sulit. Pisau juga akan selalu dijaga ketajamannya karena pisau tajam lebih aman digunakan. Sementara pisau tumpul justru berisiko meleset saat dipakai. Namun, bagaimana dengan pisau yang justru digunakan untuk melukai atau bahkan menghilangkan nyawa orang lain? Apakah pisau yang ada di seluruh muka bumi harus dimusnahkan supaya kejahatan semacam ini tidak lagi terjadi?

Bukan pisau tajam yang harus dimusnahkan karena pisau tajam adalah alat yang netral secara moral. Untuk menghasilkan karya yang bermanfaat, maka pisau harus berada di tangan yang tepat. Demikian pula dengan diri kita. Tubuh, pikiran, dan waktu kita seperti pisau itu. Ketika kita menyerahkannya kepada dosa, hidup kita akan menjadi alat kejahatan yang melukai. Namun, ketika kita menyerahkan diri kepada Allah untuk dipakai-Nya menjadi senjata kebenaran, maka keberadaan kita akan menjadi berkat bagi sesama, bahkan juga kemuliaan bagi nama Tuhan.

Paulus mengingatkan bahwa kita semestinya sudah mati karena dosa tapi kita hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus. Karena itu, sudah selayaknya kita tidak lagi menuruti keinginan dosa, sebaliknya kita menyerahkan segenap hidup menjadi senjata kebenaran bagi Tuhan. Pikiran tidak lagi dipenuhi dengan keinginan daging, mulut tidak lagi suka menghasut dan tangan pun jauh dari kejahatan. Karena menjadi senjata kebenaran berarti memberkati, bukan menyakiti, membangun kehidupan, bukan malah menghancurkan. Hidup kita selalu berjalan sesuai dengan kehendak Tuhan. Amin.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Samuel 9-10; 2 Korintus 3


Renungan harian lainnya