IMAN ADALAH WARISAN TERBAIK

IMAN ADALAH WARISAN TERBAIK

Bacaan: 2 Timotius 1:5, Amsal 13:22a

Kunci Sukses:
Harta kita akan tinggal di bumi. Akan tetapi, iman yang kita miliki akan kita bawa sampai kepada hidup kekal, di mana Tuhan telah menantikan kita.

Memperdalam Akar Iman:
“Sebab aku teringat akan imanmu yang tulus ikhlas, yaitu iman yang pertama-tama hidup di dalam nenekmu Lois dan di dalam ibumu Eunike dan yang aku yakin hidup juga di dalam dirimu.” (2 Timotius 1:5)

Amsal 13:22a, “Orang baik meninggalkan warisan bagi anak cucunya.”

Setiap keluarga, terutama orang tua, pasti rindu untuk memberikan sebuah warisan bagi anak cucunya. Tidak heran, banyak keluarga yang mempersiapkannya sedemikian rupa, mulai dari menyiapkan properti, tanah, modal usaha atau apapun yang mereka bisa wariskan. Jujur saja, harta bisa habis, sertifikat bisa hilang bahkan dipalsukan, tetapi hanya satu yang akan bertahan, yaitu iman yang kita tanamkan, itu kekal.

Rasul Paulus dalam nats ini tidak memuji Timotius karena dia kaya atau cerdas, atau bahkan karena di usia belia sudah terjun dalam dunia pelayanan. Paulus mengungkapkan bahwa Timotius menjadi hamba Tuhan yang hebat karena warisan iman tiga generasi: Nenek Lois – Ibu Eunike – Anak Timotius. Pertanyaan untuk kita, warisan apa yang sudah atau sedang kita persiapkan untuk generasi kita?

Ada 3 hal penting yang harus kita tanamkan dari kehidupan kekristenan kita sehubungan dengan warisan iman:

  • Harta bisa habis, tetapi iman bisa diwariskan. Kata ‘orang baik’ dalam bahasa Ibrani yaitu tov berarti orang benar. Jadi, warisan orang benar bukan hanya tabungan deposito, melainkan warisan terbesar yaitu nama baik dan takut akan Tuhan.
  • Cara mewariskan iman dimulai dari meja makan sampai ke kamar tidur. Ulangan 6:6-7 mengingatkan setiap orang tua akan pesan Tuhan agar mengajarkan taurat secara berulang-ulang, di mana pun, kapan pun, sehingga iman jangan hanya di gereja, tetapi juga harus hidup di rumah.
  • Warisan iman adalah investasi kekekalan. Sangat jelas dalam Mazmur 78:4-7 dikatakan supaya angkatan-angkatan selanjutnya bisa menaruh kepercayaan kepada Allah. Artinya, jika kita mewariskan iman, anak kita, cucu kita, cicit kita akan mengenal Tuhan.

Ini penting untuk kita ingat, harta kita akan tinggal di bumi. Akan tetapi, iman yang kita miliki akan kita bawa sampai kepada hidup kekal, di mana Tuhan telah menantikan kita. Amin.

Bacaan Alkitab Setahun: 2 Samuel 7-8; 2 Korintus 2


Renungan harian lainnya