KACANG YANG TIDAK LUPA KULITNYA

KACANG YANG TIDAK LUPA KULITNYA

Bacaan: 2 Samuel 7:18

Kunci Sukses:
Milikilah kerendahan hati dan penuh rasa syukur kepada Tuhan dan kepada banyak pihak atas setiap pencapaian dalam kehidupan ini.

Memperdalam Akar Iman:
“Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia dihadapan TUHAN sambil berkata: “Siapakah aku ini, ya Tuhan ALLAH, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini?” (2 Samuel 7:18)

Raja Daud adalah seorang raja Israel yang sangat termasyur di kalangan bangsa Israel, bahkan sampai hari ini, nama raja Daud merupakan nama yang tidak asing bagi agama Yudaisme, Kristen dan Islam. Nama Daud tercatat dalam kitab suci ketiga agama tersebut. Namun, raja Daud sadar bahwa posisi dan promosi yang diterimanya bukan karena kepandaian atau kekuatannya, melainkan anugerah yang sepenuhnya berasal dari Tuhan. Daud sangat menyadari bahwa hanya Tuhan saja yang telah memilih dan mengangkatnya menjadi raja Israel, serta Tuhan saja yang membuatnya mampu menaklukkan Goliat dan mengalahkan kerajaan-kerajaan seperti Filistin, Aram, Edom, Moab, Amalek dan lain-lain. Daud senantiasa ingat perkataan Tuhan melalui nabi Natan tentang dirinya, “Oleh sebab itu, beginilah kau katakan kepada hamba-Ku Daud: Beginilah Firman Tuhan semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel.” 2 (Samuel 7:8).

Marilah setiap anak Tuhan memiliki sikap dan kesadaran seperti yang dimiliki oleh raja Daud, yaitu kesadaran dari mana kita berasal. Supaya, ketika suatu saat Tuhan mengangkat kehidupan kita secara sosial, ekonomi, pendidikan, jabatan, pengaruh dan status lainnya, hal ini tidak membuat kita menjadi sombong atau lupa daratan dengan berkata bahwa semua pencapaiannya karena kecerdikannya; karena kekuatannya; karena daya tariknya dan lainnya. Itulah yang dikenal dengan istilah kacang lupa kulitnya.

Ingatlah senantiasa, dalam setiap peningkatan dan pencapaian di berbagai area kehidupan yang terjadi dalam diri kita, tentu ada berbagai faktor penyebab selain dari diri sendiri. Yang pertama adalah faktor Tuhan Sang sumber kehidupan, sumber hikmat dan perancang kehidupan. Kemudian faktor orang tua, keluarga, saudara seiman, teman, komunitas serta orang lain yang saling mempengaruhi setiap pencapaian kita. Milikilah kerendahan hati dan penuh rasa syukur kepada Tuhan dan kepada banyak pihak atas setiap pencapaian dalam kehidupan ini. Amin.

Bacaan Alkitab Setahun: Ulangan 34; Yosua 1; Kisah Para Rasul 15


Renungan harian lainnya