KESERAKAHAN AHAB

KESERAKAHAN AHAB

Bacaan: 1 Raja-Raja 21:1-29

 

Kunci Sukses:
Sikap bersyukur memang harus kita usahakan untuk diterapkan dalam kehidupan kita, supaya kita belajar untuk menikmati apa yang sudah kita miliki tanpa menginginkan apa yang orang lain punya.

Memperdalam Akar Iman:
“Katakanlah kepadanya, demikian: Beginilah Firman TUHAN: Engkau telah membunuh serta merampas juga! Katakan pula kepadanya: Beginilah Firman TUHAN: Di tempat anjing telah menjilat darah Nabot, di situ jugalah anjing akan menjilat darahmu.” (1 Raja-Raja 21:19)

 

1 Raja-Raja 21:3-4, Berkatalah Nabot kepada Ahab, “Berikanlah kepadaku kebun anggurmu itu, supaya kujadikan kebun sayur, sebab letaknya dekat rumahku. Aku akan memberikan kepadamu kebun anggur yang lebih baik dari pada itu sebagai gantinya, atau jikalau engkau lebih suka, aku akan membayar harganya kepadamu dengan uang.” Jawab Nabot kepada Ahab, “Kiranya TUHAN menghindarkan aku dari pada memberikan milik pusaka nenek moyangku kepadamu.”
Sifat serakah adalah sifat yang tidak puas dengan apa yang dimiliki. Seseorang yang memiliki sikap ini akan melakukan segala cara (sekalipun dengan cara yang tidak benar) untuk mencapai apa yang dia inginkan. Di Perjanjian Lama, ada salah seorang raja yang memiliki sikap ini. Dia adalah Ahab, yang dikenal sangat jahat karena memperkenalkan penyembahan Baal dan Asyera di Israel serta mengejar bahkan membunuh nabi-nabi Tuhan. Semua itu tidak lepas dari peran istrinya bernama Izebel yang mempengaruhi Ahab dalam pemerintahan.

Selain sikap jahat tersebut, Ahab juga serakah. Terbukti ketika permintaannya untuk mengambil kebun anggur milik Nabot ditolak karena Nabot berpegang pada prinsipnya bahwa milik pusaka keluarganya tidak akan dijual atau diberikan pada siapapun termasuk Ahab sekalipun dia raja Israel. Ahab menceritakan hal tersebut kepada istrinya, Izebel, kemudian dengan jahatnya Izebel merancangkan kejahatan sehingga Nabot harus dibunuh karena fitnah akibat keserakahan tersebut. Alkitab mengatakan bahwa setelah kejadian tersebut, Ahab yang mendengar kematian Nabot segera pergi ke kebun anggur itu dan mengambilnya menjadi miliknya. Namun, Tuhan itu adil, bahwa perbuatan Ahab itu sangat jahat di mata Tuhan: selain membunuh, ia juga merampas; sehingga Ahab akan mendapat hukuman yang setimpal, bukan hanya ia tetapi semua keturunan dan keluarganya.

Kisah Raja Ahab ini menjadi pembelajaran bagi setiap kita, bahwa keserakahan akan menjerumuskan kita ke dalam dosa bahkan penghukuman. Ahab yang tidak puas dengan apa yang sudah ia miliki sebagai seorang raja, masih menginginkan kebun milik orang lain untuk dijadikan tempat menanam sayuran. Dengan ini, sikap bersyukur memang harus kita usahakan untuk diterapkan dalam kehidupan kita, supaya kita belajar untuk menikmati apa yang sudah kita miliki tanpa menginginkan apa yang orang lain punya. Buanglah setiap pemikiran jahat dan sifat serakah dari hidup kita, jangan sampai hal-hal tersebut membuat kita dan keturunan kita menderita. Amin.

 

Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 7:49-78; Lukas 24


Renungan harian lainnya