JANGAN TAWAR HATI KARENA MASALAH

JANGAN TAWAR HATI KARENA MASALAH

Bacaan: Amsal 24:10

 

Kunci Sukses:
Percaya kepada Tuhan Yesus bukan berarti perjalanan hidup pasti akan mulus tanpa masalah. Justru sebagai orang Kristen, ada tantangan untuk berani menghadapi masalah.

Memperdalam Akar Iman:
“Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita.” (Roma 8:18)

 

“Jika engkau tawar hati pada masa kesesakan, kecillah kekuatanmu.” (Amsal 24:10)Masalah adalah bagian dari kehidupan manusia, tanpa terkecuali. Dalam himpitan masalah, kekalutan seseorang bisa menjadi tawar hati, bahkan sampai kepada kekecewaan-kekecewaan, meninggalkan keimanannya. Percaya kepada Tuhan Yesus bukan berarti perjalanan hidup pasti akan mulus tanpa masalah. Bukan berarti pula kita langsung memiliki kehidupan yang diberkati. Justru sebagai orang Kristen, ada tantangan untuk berani menghadapi masalah.

Tuhan Yesus bersabda, “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya dan mengikut Aku” (Matius 16:24). Sikap menyerah karena “tawar hati” seringkali menyebabkan kita kehilangan hal terbaik yang hendak diberikan Allah kepada kita. Rasul Paulus pernah mengenyam kehidupan yang nyaman ketika ada dalam bagian golongan-elite dalam masyarakat Yahudi, kumpulan orang-orang Farisi (פְּרוּשִׁים – PERUSHIM) dan para ahli Taurat ( סוֹפְרִים – SOFERIM). Dalam panggilannya melayani Kristus, justru ia mengalami banyak aniaya.

Namun, rasul Paulus menyatakan teladan imannya dalam 2 Kor. 4:16-18; “Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.” Amin.

 

Bacaan Alkitab Setahun: Bilangan 7:1–48; Lukas 23


Renungan harian lainnya