MENJAGA HATI DAN PERKATAAN

MENJAGA HATI DAN PERKATAAN

Bacaan: Matius 12:32

 

Kunci Sukses:
Ketika seseorang terus-menerus menolak suara Roh Kudus, ia menutup pintu pengampunan bukan karena Allah tidak mau mengampuni, tetapi karena hatinya sendiri tidak mau bertobat.

Memperdalam Akar Iman:
“Barangsiapa berkata-kata menentang Anak Manusia, ia akan diampuni; tetapi barangsiapa menentang Roh Kudus, ia tidak akan diampuni, di dunia ini tidak, dan tidak juga di dunia yang akan datang.” (Matius 12:32) 

 

Nats perenungan Firman dari Injil Matius ini mempunyai latar belakang di mana Tuhan Yesus menyembuhkan seorang yang kerasukan setan. Namun, waktu itu orang-orang Farisi yang karena ketidak sukaannya justru berkata bahwa Tuhan Yesus menyembuhkan dengan cara yang licik, yaitu dengan memakai kuasa penghulu setan yaitu Beezebul. Tentu dengan keras Tuhan Yesus menghardik mereka. 

Dalam hal ini, Tuhan Yesus menegaskan bahwa ada perbedaan antara ketidaktahuan dan penolakan yang disengaja terhadap kebenaran Allah. Menentang Roh Kudus berarti dengan sadar menolak karya Allah yang nyata, bahkan menyebutnya sebagai sesuatu yang jahat. Ini bukan sekadar kesalahan ucapan, tetapi sikap hati yang keras, tertutup terhadap pertobatan, dan menolak kebenaran. Ketika seseorang terus-menerus menolak suara Roh Kudus, ia menutup pintu pengampunan bukan karena Allah tidak mau mengampuni, tetapi karena hatinya sendiri tidak mau bertobat.

Renungan ini mengajak kita untuk lebih berhati-hati dalam perkataan dan penilaian kita, terutama terhadap hal-hal rohani. Jangan sampai kesombongan, iri hati, atau kebencian membuat kita menolak teguran dan pekerjaan Roh Kudus dalam hidup kita.

Kiranya kita memiliki hati yang lembut, mau diajar, dan peka terhadap suara Roh Kudus. Dengan demikian, hidup kita senantiasa diarahkan pada pertobatan, ketaatan, dan perkenanan di hadapan Allah. Amin.

 

Bacaan Alkitab Setahun: Kejadian 36-37; Matius 20


Renungan harian lainnya