MENDENGAR (SHEMA)

MENDENGAR (SHEMA)

Bacaan: Ulangan 6:4

 

Kunci Sukses:
Firman yang kita dengar, selain harus kita responi, tetapi juga harus kita pertanggung jawabkan.

Memperdalam Akar Iman:
“Dengarkanlah nasihat dan terimalah didikan, supaya engkau menjadi bijak di masa depan.” (Amsal 19:20)

 

SHEMA’ (dengarkanlah/ patuhilah/ taatilah) YISRA’EL (hai Israel) YEHOVAH (dibaca: Adonay, TUHAN) ‘ELOHEINU (Allah kita) YEHOVAH (dibaca: Adonay, TUHAN) EKHAD (Esa)

“SHEMA YIS’RA’EL” atau disingkat “SHEMA”, Kredo (pernyataan iman) ini merupakan bagian utama dari doa orang-orang Israel pada waktu malam dan pagi. Kredo ini dipandang sebagai doa yang paling penting dalam agama Yahudi dan penyebutannya dua kali dalam sehari adalah sebuah mitzvah / perintah rohani. Inti utama dari Kredo ini adalah mengasihi YHVH (Elohim) dengan segenap hati dan kekuatan. Istilah “SHEMA” juga digunakan untuk merujuk kepada seluruh doa harian yang dimulai dengan SHEMA YIS’RAEL. Kata – SHEMA selain bermakna “mendengarkan” juga bermakna “mematuhi/ menaati”, sehingga pengucapan pernyataan iman artinya: Patuhilah hai Israel! 

Kata-kata ini diucapkan oleh Musa kepada bangsa Israel, ketika Musa akan meninggalkan Israel (Ulangan 6:4). Pengakuan iman yang ditekankan kepada Israel pada saat itu, agar Israel tidak melupakannya. Kata Ibrani – SHEMA, secara harfiah artinya: “mendengar”, yaitu mendengar dengan cara menyimak baik-baik, kemudian merespon. Dalam beberapa konteks, SHEMA mengandung makna: Taat / Ketaatan (sebagai respon dari mendengar). Juga sikap tunduk kepada wewenang, menjalankan apa yang diperintahkan, mematuhi apa yang dituntut, atau menjauhkan diri dari apa yang dilarang. Bukan hanya mendengar dan respon, SHEMA juga dilanjutkan dengan bertanggung jawab. 

Oleh karena itu, pesan penting lewat kebenaran Firman ini, bahwa Firman yang kita dengar, selain harus kita responi, tetapi juga harus kita pertanggung jawabkan. Amin.

Happy Sunday!

 

Bacaan Alkitab Setahun: Amos 8-9; Mazmur 130


Renungan harian lainnya